Skip to main content

Wisata Kebun Jeruk Gerga Sukamenanti Tawarkan Sensasi Petik dan Makan Langsung dari Pohon

Wisata Kebun Jeruk Gerga Sukamenanti Tawarkan Sensasi Petik dan Makan Langsung dari Pohon

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  — Agrowisata kebun jeruk Gerga Sukamenanti yang terletak di Kabupaten rejang Lebong kini menjadi salah satu destinasi menarik bagi para pencinta wisata alam dan buah-buahan segar. Kebun yang dikelola oleh Suprandi ini telah berjalan selama empat tahun, dan mulai dua tahun terakhir telah memasuki masa produksi buah yang optimal.

"Untuk prosesnya, kebun ini sudah berjalan empat tahun, dan dua tahun terakhir ini mulai bisa dipanen. Jadi ini adalah musim produksi kedua kami," ungkap Suprandi saat ditemui di lokasi kebunnya.

Menariknya, kebun jeruk ini tidak hanya difokuskan untuk produksi buah, tetapi juga dikembangkan sebagai destinasi agrowisata. Pengunjung yang datang dapat menikmati pengalaman langsung memetik dan menyantap jeruk dari pohonnya. Dengan biaya masuk sebesar Rp15.000, pengunjung bisa makan sepuasnya di area kebun. Bagi yang ingin membawa pulang jeruk sebagai oleh-oleh, cukup menimbang hasil petikan dan membayar seharga Rp15.000 per kilogram.

“Konsep agrowisata ini kami buat agar masyarakat bisa merasakan langsung sensasi memetik dan menikmati jeruk segar dari pohonnya. Biaya masuk terjangkau, dan mereka bisa makan sepuasnya. Kalau mau bawa pulang, tinggal ditimbang saja,” jelas Suprandi.

Kebun ini biasanya dikunjungi 10 hingga 20 orang per hari pada hari biasa. Namun, saat akhir pekan dan hari libur nasional, jumlah pengunjung meningkat signifikan, bahkan bisa mencapai 100 hingga 150 orang per hari.

Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong t juga memberikan respons positif terhadap keberadaan wisata ini. Meski begitu, masih ada kendala yang dihadapi, terutama terkait infrastruktur jalan menuju lokasi wisata yang belum memadai.

“Dari pemerintah kabupaten sendiri sudah merespons positif, hanya saja kami berharap akses jalan menuju kebun ini bisa segera diperbaiki. Saat ini jalannya masih belum diaspal, sehingga pengunjung sedikit terkendala ketika menuju ke sini. Semoga ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah,” harap Suprandi.

Selain menjadi lokasi wisata, kebun ini juga menjadi pemasok jeruk ke berbagai pedagang lokal. Beberapa pengepul mengambil hasil panen dalam jumlah besar untuk dijual kembali di pasar tradisional hingga pinggir jalan kota.

“Ada juga yang datang langsung ke sini untuk beli dalam jumlah besar, 50 sampai 100 kilo untuk dijual lagi di pasar atau di pinggir jalan kota. Jadi selain wisata, kebun ini juga membantu perputaran ekonomi lokal,” tambahnya.

Dengan perpaduan antara kegiatan agrowisata dan produksi buah, kebun jeruk Gerga Sukamenanti menjadi contoh pengembangan sektor pertanian yang inovatif dan edukatif. Harapannya, dukungan dari pemerintah serta kesadaran masyarakat untuk mencintai produk lokal bisa terus meningkat.

Pewarta: Amg

Editing: Adi Saputra