TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Upaya melindungi masyarakat dari peredaran obat-obatan dan makanan yang tidak memenuhi standar keamanan terus diperkuat melalui sinergi lintas instansi. Salah satu langkah strategis tersebut ditunjukkan dalam pertemuan antara Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K., dengan jajaran Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu di Markas Polda Bengkulu, Kamis (12/6/2026).
Kunjungan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membahas berbagai langkah kolaboratif dalam pengawasan dan penindakan terhadap peredaran produk ilegal yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
Dalam audiensi itu, kedua pihak menyoroti pentingnya penguatan koordinasi antara aparat penegak hukum dan lembaga pengawas guna memastikan produk obat, makanan, kosmetik, maupun suplemen yang beredar di Bengkulu telah memenuhi ketentuan yang berlaku.
Ancaman Produk Ilegal Masih Menjadi Perhatian
Peredaran obat dan makanan ilegal masih menjadi tantangan yang dihadapi berbagai daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Bengkulu. Produk tanpa izin edar, kedaluwarsa, hingga mengandung bahan berbahaya dapat menimbulkan risiko serius bagi kesehatan masyarakat apabila tidak diawasi secara ketat.
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid menegaskan bahwa pihak kepolisian siap mendukung langkah-langkah BPOM dalam melakukan pengawasan serta penegakan hukum terhadap pelaku yang terbukti melanggar aturan.
Menurutnya, perlindungan terhadap masyarakat merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kerja sama erat antarinstansi. Oleh karena itu, koordinasi yang baik antara Polda Bengkulu dan BPOM menjadi faktor penting dalam mencegah masuknya produk-produk ilegal ke pasaran.
“Kolaborasi yang kuat akan meningkatkan efektivitas pengawasan serta mempercepat penanganan apabila ditemukan pelanggaran yang berpotensi merugikan masyarakat,” ujar Kapolda dalam pertemuan tersebut.
Fokus pada Pencegahan dan Penindakan
Selain membahas aspek penegakan hukum, pertemuan tersebut juga menekankan pentingnya langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha.
BPOM Bengkulu menilai bahwa peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilih produk yang aman dan memiliki izin edar resmi merupakan salah satu kunci untuk menekan peredaran barang ilegal.
Melalui kerja sama yang lebih intensif, kedua lembaga berkomitmen melakukan pertukaran informasi, koordinasi operasi lapangan, hingga penyelidikan terhadap jaringan distribusi produk yang tidak memenuhi standar keamanan.
Langkah ini diharapkan mampu mempersempit ruang gerak pelaku usaha nakal yang mencoba memasarkan produk tanpa izin atau produk yang tidak sesuai ketentuan.
Wujud Komitmen Melindungi Kesehatan Masyarakat
Audiensi antara BPOM Bengkulu dan Polda Bengkulu menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan konsumsi masyarakat. Dengan adanya dukungan dari aparat kepolisian, pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan di wilayah Bengkulu diharapkan semakin optimal.
Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan usaha yang sehat dan kompetitif, di mana seluruh pelaku usaha diwajibkan mematuhi regulasi yang berlaku demi menjamin kualitas produk yang beredar di pasaran.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih cermat dalam memilih produk konsumsi dengan selalu memeriksa izin edar, tanggal kedaluwarsa, serta memastikan produk berasal dari sumber yang terpercaya.
Melalui sinergi yang terus diperkuat antara BPOM dan Polda Bengkulu, diharapkan peredaran obat dan makanan ilegal dapat ditekan secara signifikan sehingga keamanan, kesehatan, dan keselamatan masyarakat Provinsi Bengkulu dapat terjaga dengan lebih baik.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra