TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) secara daring melalui Zoom Meeting, yang diselenggarakan pada Selasa (2/7/2025) dari Aula Sasana Bina Karya. Rakornas ini membahas penguatan pengamanan pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG), sebagai salah satu program strategis nasional yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Rapat koordinasi tersebut diikuti langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Victor Antonius Saragih Sidabutar, S.H., M.H., didampingi oleh Asisten Intelijen Kejati Bengkulu, Dr. David Palapa Duarsa, S.H., M.H., CSSL, serta jajaran pejabat struktural Kejati Bengkulu.
Rakornas dipimpin oleh Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMINTEL) yang menyampaikan sejumlah arahan penting dalam rangka mendukung keberhasilan Program MBG. JAMINTEL juga menyoroti peran strategis Kejaksaan dalam mengawal pengamanan pembangunan Sarana dan Prasarana Pendidikan Geopolitik (SPPG), yang menjadi bagian integral dari pelaksanaan program tersebut.
Sepuluh Poin Strategis JAMINTEL
Dalam arahannya, JAMINTEL menyampaikan sepuluh poin penting yang menjadi perhatian seluruh satuan kerja kejaksaan di daerah, termasuk Kejati Bengkulu. Poin-poin tersebut meliputi:
- Penguatan SDM dan Dukungan Strategis
JAMINTEL menekankan pentingnya peningkatan integritas, profesionalisme, dan kapasitas sumber daya manusia dalam mendampingi program prioritas nasional sesuai dengan butir keenam Nawacita (Astacita). - Pengamanan Pembangunan Strategis
Proses pengamanan dilakukan secara menyeluruh, dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan fisik pembangunan SPPG, guna menjamin akuntabilitas dan keberlanjutan program MBG. - Koordinasi Intensif dengan Pemda
JAMINTEL meminta agar Kejaksaan di daerah proaktif dalam membangun komunikasi dan konsolidasi bersama pemerintah daerah untuk menyamakan persepsi serta mengatasi hambatan teknis dan administratif di lapangan. - Kepastian Lokasi dan Kepatuhan Regulasi
Lokasi pembangunan yang diusulkan pemda harus sesuai ketentuan Permendagri, dengan batas maksimal tiga titik lokasi per daerah. Kepatuhan terhadap regulasi menjadi kunci utama kelancaran program. - Inventarisasi dan Validasi Teknis
JAMINTEL menekankan pentingnya validasi terhadap kesiapan lokasi, termasuk memperhatikan kontur tanah, aksesibilitas jalan, dan luas lahan yang memadai. - Keakuratan Data Lokasi
Keakuratan dan validitas data lokasi harus sesuai kondisi riil di lapangan serta mengacu pada Surat Edaran Mendagri No. 500/2025, agar tidak terjadi deviasi dalam pelaksanaan. - Pengawasan Pinjam Pakai Tanah
Seluruh proses pinjam pakai tanah wajib dilakukan secara transparan dan akuntabel. Setiap tahapan harus dilengkapi verifikasi dan legalisasi secara hukum yang sah. - Pembukaan Anggaran MBG
JAMINTEL menegaskan bahwa anggaran Program MBG hanya bisa dicairkan jika lahan telah diserahkan secara sah oleh pemda. Penyelesaian proses pinjam pakai maksimal harus dilakukan pada September 2025. - Monitoring dan Evaluasi Terpadu
Kejaksaan menggandeng Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam sistem monitoring untuk menghindari konflik kepentingan, penyimpangan, dan potensi korupsi. - Permasalahan Aktual yang Ditemukan
Dalam pelaksanaannya, JAMINTEL mencatat sejumlah tantangan, di antaranya:
- Terjadinya blokir anggaran konsumsi pembangunan SPPG.
- Minimnya respons pemerintah daerah terhadap surat edaran Mendagri.
- Usulan lokasi yang tidak memenuhi standar teknis dan ketentuan regulasi.
Komitmen Kejati Bengkulu
Menanggapi arahan JAMINTEL tersebut, Kepala Kejati Bengkulu Victor Antonius Saragih Sidabutar menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mengawal pelaksanaan Program MBG di wilayah Bengkulu.
“Kami siap mendukung seluruh tahapan pelaksanaan Program Makan Bergizi, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Fungsi pendampingan dan pengamanan akan kami optimalkan untuk memastikan program ini tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan,” ujar Victor.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah dan instansi teknis lainnya, sangat diperlukan agar pelaksanaan program MBG berjalan efektif dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas gizi anak-anak dan remaja.
Dengan pelaksanaan pengawasan yang ketat serta koordinasi yang intensif, Kejaksaan Tinggi Bengkulu berharap Program MBG dapat menjadi solusi konkret dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra