TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Musyawarah Wilayah (MUSWIL) II Gereja Tuhan di Indonesia (GTDI) Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) yang digelar di Batam, Sabtu, 3 Oktober 2026, menetapkan Pdt. Suarman Lase, M.Pd., sebagai Ketua Wilayah GTDI Kepulauan Riau periode 2026-2030.
Pdt. Suarman Lase terpilih setelah seluruh peserta persidangan mengusulkan dirinya sebagai calon tunggal. Proses pemilihan dan penetapan berlangsung dalam suasana tertib serta penuh kebersamaan.
Kegiatan MUSWIL II diawali dengan ibadah dan seremoni pembukaan. Setelah rangkaian pembukaan selesai, agenda dilanjutkan dengan persidangan sesuai tata tertib yang sebelumnya telah disampaikan oleh pembawa acara.
Salah satu tahapan penting dalam persidangan adalah serah terima kepengurusan sekaligus kepemimpinan rapat sebelum memasuki agenda pemilihan pengurus baru untuk masa bakti 2026-2030.
Dalam proses tersebut, nama Pdt. Suarman Lase mendapat dukungan penuh dari para pendeta dan pelayan GTDI yang hadir. Tidak terdapat calon lain yang diajukan sehingga proses pemilihan berlangsung relatif singkat hingga akhirnya dirinya ditetapkan sebagai Ketua Wilayah GTDI Kepulauan Riau.
Pentahbisan Pdt. Suarman Lase sebagai Ketua Wilayah GTDI Kepri dilakukan di tempat yang sama. Prosesi tersebut dipimpin langsung Ketua Nasional GTDI, Bishop Dody Togatorop, S.Th., SH., MA.IE.
Terpilihnya Pdt. Suarman Lase membawa harapan baru bagi perjalanan organisasi GTDI di Kepulauan Riau. Meski tidak dikenal luas sebagai figur yang aktif di media sosial, rekam keterlibatannya dalam berbagai organisasi menjadi salah satu pertimbangan yang mengantarkannya sebagai calon tunggal dalam MUSWIL II.
Dalam keterangannya, Pdt. Suarman Lase menegaskan bahwa kepemimpinan organisasi bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri. Menurutnya, kepengurusan baru merupakan bagian dari kesinambungan pelayanan yang telah dibangun oleh para pemimpin sebelumnya.
Ia menyebut karya kepemimpinan sebelumnya, termasuk yang dilakukan Pdt. Dr. Ir. Yasozatulo Larosa, MA.IE., M.Pd.K., serta para perintis pelayanan GTDI di Kepulauan Riau, menjadi fondasi yang harus dilanjutkan dan dikembangkan.
Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan di lingkungan GTDI tidak boleh berorientasi pada figur atau kepentingan pribadi. Pelayanan, menurutnya, membutuhkan kerja bersama, kekompakan dan kesatuan hati seluruh pengurus.
Pesan tersebut semakin ditekankan melalui khotbah perdananya dengan mengangkat tema MUSWIL II, “Kembali kepada Salib Kristus.”
Tema tersebut dimaknai sebagai panggilan untuk menghadirkan rekonsiliasi dan perdamaian. Teladan Kristus dalam mengerjakan pendamaian diharapkan menjadi dasar bagi seluruh pelayan untuk membangun hubungan yang lebih harmonis, baik di dalam organisasi maupun di tengah pelayanan jemaat.
Makna kedua yang disampaikan adalah bahwa pelayanan merupakan bentuk pengorbanan. Ukuran keberhasilan pelayanan bukan semata-mata mengenai apa yang diperoleh, melainkan seberapa besar yang dapat diberikan kepada Tuhan melalui tanggung jawab yang dipercayakan.
Sebagai ketua terpilih, Pdt. Suarman juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bekerja sebagai satu tim dengan semangat, ketulusan dan kekompakan.
GTDI sendiri telah hadir di Batam sejak 2004 melalui perintisan almarhum Bishop Dr. Peringatan Zebua, MA.IE. Dari awalnya hanya satu gereja, perkembangan GTDI kini mencapai 21 gereja lokal yang tersebar di tiga kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau. Bahkan terdapat satu gereja yang berada di wilayah Provinsi Riau daratan.
Pertumbuhan tersebut dinilai bukan hanya menjadi capaian secara kuantitas, tetapi sekaligus menghadirkan tanggung jawab yang lebih besar. Bertambahnya jumlah gereja harus diiringi peningkatan kualitas pelayanan, pembinaan jemaat dan kapasitas para gembala.
Pdt. Suarman Lase memandang masih terdapat pekerjaan besar yang harus dilakukan bersama, khususnya dalam memperkuat pelayanan para gembala kepada jemaat. Karena itu, kepengurusan periode 2026-2030 diharapkan mampu menjaga kesinambungan pelayanan sekaligus menjawab tantangan organisasi ke depan.
MUSWIL II GTDI Kepri pun menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat persatuan, memperluas pelayanan dan memastikan pertumbuhan organisasi berjalan sejalan dengan kualitas kehidupan jemaat.
Pewarta: Pilipus
Editing: Adi Saputra