TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Puluhan pedagang yang biasa berjualan di sepanjang garis pantai Kota Bengkulu, mulai dari Pantai Berkas, Malabero hingga Pantai Jakat, mendatangi gedung DPRD Kota Bengkulu pada Senin (22/4). Mereka menyampaikan aspirasi dan memohon agar Komisi III DPRD dapat memediasi pertemuan antara mereka dengan Wali Kota Bengkulu. Permintaan tersebut muncul sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah kota yang menggusur aktivitas jual-beli di kawasan pantai, terutama di area jogging track.
Namun, agenda hearing yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan pada hari itu dan dijadwalkan ulang pada Selasa mendatang. Meski begitu, anggota DPRD Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, memberikan tanggapan tegas terkait persoalan tersebut.
“Kami tidak melarang masyarakat untuk berusaha dan mencari nafkah. Tapi kita juga harus ingat, semua warga memiliki hak yang sama untuk menikmati fasilitas umum. Jogging track dibangun sebagai sarana olahraga bagi publik, bukan untuk kegiatan komersial,” ujar Dedy.
Ia menegaskan, tindakan berjualan di area jogging track telah mengganggu hak masyarakat lainnya. Menurutnya, ruang publik seperti pantai seharusnya bebas diakses oleh siapa saja tanpa harus merasa terganggu atau terpaksa mengeluarkan uang.
“Jangan sampai warga yang ingin menikmati suasana pantai justru harus membayar atau merasa tidak nyaman karena ditekan untuk membeli. Itu tidak benar. Jogging track adalah fasilitas umum yang haknya tidak boleh dirampas,” imbuhnya.
Dedy menambahkan, Pemerintah Kota Bengkulu telah berkoordinasi dan sepakat bersama unsur Forkopimda seperti Kapolda, Gubernur, dan Kapolres untuk mengembalikan fungsi ruang publik sesuai peruntukannya. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap mendukung kegiatan ekonomi rakyat dengan cara yang tertib dan tidak merugikan pihak lain.
“Bukan berarti kami melarang berdagang, hanya saja harus ada zonasi yang jelas. Nanti akan ada pembagian area mana saja yang diperbolehkan untuk aktivitas jual beli,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dedy menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog antara pedagang dan Wali Kota. Ia berharap melalui mediasi tersebut dapat ditemukan solusi yang menguntungkan semua pihak.
“Insya Allah, kami akan mencari solusi terbaik. Prinsipnya, kami ingin menciptakan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi masyarakat dan hak publik atas ruang terbuka. Jogging track tetap harus difungsikan sesuai tujuannya,” tutup Dedy.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra