Skip to main content

Pemkab Kepahiang Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi, Dorong Hilirisasi Kopi dan Ciptakan Lapangan Kerja

Pemkab Kepahiang Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi, Dorong Hilirisasi Kopi dan Ciptakan Lapangan Kerja

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<>>>    Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Wakil Bupati Ir. Abdul Hafizh, M.Si resmi membuka **Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Pengolahan Kopi** di Desa Temdak, Kecamatan Seberang Musi, Kamis (4/9/2025) pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari seluruh kecamatan di Kepahiang, dengan tujuan utama meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendukung hilirisasi kopi yang menjadi ikon daerah.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Ketua II DPRD Kepahiang Ansori M, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Irawan, Camat Seberang Musi Dedi Sukrizal, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur pemerintah daerah tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan potensi kopi Kepahiang yang sudah dikenal luas memiliki cita rasa khas.

Modal Keterampilan Bagi Generasi Muda

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kepahiang, Irawan, dalam sambutannya menekankan bahwa pelatihan ini merupakan langkah penting untuk menyiapkan generasi muda agar mampu menguasai keterampilan pengolahan kopi secara profesional.

“Pelatihan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi pemuda Kepahiang dalam pengolahan kopi. Harapannya, mereka dapat menghasilkan produk bernilai tambah yang memiliki daya saing, serta membuka peluang usaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja lokal,” ujarnya.

Irawan juga menambahkan bahwa dengan adanya pelatihan berbasis kompetensi, peserta tidak hanya mendapatkan teori, melainkan juga praktik langsung dalam setiap tahapan pengolahan kopi. Hal ini penting agar keterampilan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan di lapangan.

Wabup Tekankan Hilirisasi Kopi

Sementara itu, Wakil Bupati Kepahiang, Ir. Abdul Hafizh, M.Si, menegaskan bahwa penguasaan teknik pengolahan kopi adalah kunci dalam memperkuat hilirisasi produk kopi Kepahiang. Menurutnya, selama ini komoditas kopi masih lebih banyak dijual dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambahnya belum maksimal dirasakan masyarakat.

“Kami berharap melalui pelatihan ini akan lahir wirausahawan baru di desa-desa yang bisa menggerakkan perekonomian masyarakat. Dengan keterampilan pengolahan kopi yang baik, kita tidak hanya menjual biji kopi mentah, tetapi juga bisa menghasilkan produk olahan yang lebih bernilai dan diminati pasar nasional maupun internasional,” tegas Abdul Hafizh.

Ia juga menuturkan bahwa pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan program pelatihan semacam ini agar semakin banyak masyarakat yang berdaya, khususnya generasi muda. Dengan demikian, kopi Kepahiang dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat identitas Kepahiang sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Sumatera.

Materi Pelatihan

Dalam kegiatan PBK Pengolahan Kopi ini, para peserta dibekali berbagai keterampilan mulai dari pengolahan pasca panen, proses sortasi biji kopi, teknik penyangraian (roasting), hingga pengemasan modern yang sesuai standar pasar. Selain itu, peserta juga mendapatkan pengetahuan tentang strategi pemasaran dan manajemen usaha kecil menengah (UKM) agar mampu mengembangkan produk kopi secara mandiri.

Pendekatan pelatihan ini dirancang agar peserta dapat memahami alur produksi kopi secara utuh, mulai dari hulu hingga hilir. Dengan begitu, mereka memiliki bekal yang cukup untuk membuka usaha sendiri maupun bekerja di industri pengolahan kopi yang saat ini terus tumbuh.

Komitmen Pemkab Kepahiang

Potensi kopi Kepahiang sudah lama dikenal memiliki cita rasa khas yang disukai pecinta kopi. Namun, tanpa sentuhan teknologi dan inovasi pengolahan, kopi tersebut sulit bersaing dengan produk olahan dari daerah lain. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kepahiang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pelatihan, pendampingan usaha, serta membuka akses pasar yang lebih luas.

“Tujuan akhir dari semua ini adalah agar kopi Kepahiang tidak lagi hanya dipandang sebagai komoditas mentah, melainkan juga sebagai produk olahan berkualitas tinggi yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” ujar Wakil Bupati.

Harapan Masyarakat

Salah seorang peserta pelatihan asal Kecamatan Bermani Ilir mengaku antusias mengikuti program tersebut. Menurutnya, kesempatan ini sangat berharga karena memberikan keterampilan nyata yang bisa diterapkan setelah kembali ke desa.

“Kami berharap pelatihan ini bisa rutin digelar. Dengan keterampilan yang diperoleh, kami bisa mengolah kopi sendiri, tidak hanya menjual hasil panen mentah. Tentu ini akan menambah pendapatan keluarga sekaligus membuka peluang usaha baru,” ungkapnya.

Penutup

Pelatihan berbasis kompetensi yang digelar di Desa Temdak ini menjadi langkah awal penting dalam mengoptimalkan potensi kopi Kepahiang. Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, keterlibatan masyarakat, serta pendampingan dari berbagai pihak, diharapkan kopi Kepahiang semakin dikenal luas sebagai produk unggulan yang tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra