TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>>Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi melalui Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Ilham Putra, membuka secara resmi pameran foto bertajuk Handmade Camera Exhibition pada Selasa (9/12) malam. Kegiatan ini digelar di Pustaka dan Kedai Tjahaja Hati, berlokasi di samping SDN Kelurahan Pasar Baru Kota Bengkulu. Acara berlangsung hangat dengan kehadiran sejumlah pejabat pemerintah daerah, seniman, komunitas fotografi, serta perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan.
Pameran tersebut menghadirkan karya tunggal fotografer muda Bengkulu, Syamsul Fajri Oktario atau akrab disapa Rio. Uniknya, seluruh foto yang dipajang merupakan hasil tangkapan kamera rakitan yang dibuat sendiri menggunakan barang bekas. Kamera-kamera itu dirakit dari bahan seperti kaleng rokok, kotak telepon genggam bekas, hingga sisa peralatan elektronik rumah tangga. Rio menuturkan bahwa pameran ini tidak sekadar menampilkan hasil visual, tetapi juga menyampaikan pesan kreatif tentang pemanfaatan kembali material yang kerap dianggap sampah.
“Pameran ini dibuka mulai 9 hingga 14 Desember. Saya berharap masyarakat tak hanya datang untuk melihat hasil foto, tetapi juga memahami proses kreatif dibalik perakitannya,” ujar Rio saat menyampaikan sambutan pembukaan. Ia menegaskan bahwa karya yang lahir dari keterbatasan justru mampu menghadirkan perspektif baru dalam dunia seni visual.
Kesempatan ini turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin dan Sekretaris Dinas Kominfo Afri Candriani. Afri menyampaikan kekagumannya terhadap eksplorasi estetika yang dilakukan perupa lokal tersebut. “Kami tidak menyangka bahwa barang-barang yang dianggap tak bernilai bisa disusun menjadi kamera sederhana dan menghasilkan karya foto yang artistik. Ini bentuk kreativitas yang patut diapresiasi,” ucapnya.
Pameran juga dirangkai dengan sesi workshop pembuatan kamera handmade serta pelatihan teknik dasar fotografi menggunakan perangkat rakitan. Peserta diajak memahami mekanisme cahaya, cara membuat pinhole, hingga proses exposure manual. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari pegiat seni, pelajar, serta komunitas fotografi lokal yang ingin mendalami teknik klasik tersebut.
Selain menjadi ruang apresiasi seni, pameran ini dinilai menjadi momentum edukatif bagi generasi muda mengenai pentingnya pelestarian budaya visual. Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Bengkulu–Lampung yang turut hadir menekankan bahwa pameran seperti ini memiliki peran strategis dalam menumbuhkan daya cipta serta kesadaran masyarakat terhadap nilai seni.
Acara pembukaan juga dihadiri pengurus RT dan RW setempat, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemerhati budaya. Pemerintah Kota Bengkulu menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang mengangkat kreativitas lokal tersebut dan berharap pameran ini menjadi agenda rutin tahunan yang dapat memperkuat ekosistem seni di daerah.
Dengan hadirnya karya eksperimental ini, Bengkulu diharapkan tidak hanya dikenal melalui sejarah dan budaya, melainkan juga sebagai ruang tumbuhnya inovasi artistik berbasis pemberdayaan material sederhana namun penuh makna.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra