TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu menunjukkan komitmen serius dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan upaya pencegahan penyakit. Hal tersebut tercermin dari kehadiran Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Tony Elfian, yang secara langsung membuka kegiatan Sejuta Vaksin Human Papillomavirus (HPV) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum. Kegiatan ini digelar oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu pada Rabu (21/1/2026) di Balai Kota Merah Putih.
Program vaksinasi ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan sejumlah momentum penting, yakni Hari Ulang Tahun BPOM ke-25, Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54, serta Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26. Momentum tersebut dimanfaatkan BPOM Bengkulu untuk menghadirkan kegiatan yang berdampak langsung bagi kesehatan masyarakat, khususnya perempuan.
Dalam sambutannya, Tony Elfian menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPOM Bengkulu yang dinilai sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Kota Bengkulu dalam memperkuat layanan kesehatan preventif. Menurutnya, upaya pencegahan penyakit jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan penanganan ketika penyakit telah berkembang menjadi kondisi serius.
“Vaksinasi HPV ini merupakan langkah nyata dalam melindungi masyarakat dari ancaman kanker serviks. Pemerintah Kota Bengkulu sangat mendukung program seperti ini karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, yakni kesehatan,” ujar Tony.
Ia menegaskan bahwa ASN sebagai pelayan publik harus menjadi contoh dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga. Dengan kondisi kesehatan yang prima, ASN diharapkan mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan ASN dalam program vaksinasi ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada kualitas pelayanan publik secara keseluruhan.
Program Sejuta Vaksin HPV sendiri bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan kanker serviks sejak dini. Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan, namun dapat dicegah melalui vaksinasi HPV yang tepat waktu. Melalui kegiatan ini, BPOM Bengkulu berupaya menghapus stigma dan keraguan masyarakat terhadap vaksin, sekaligus memperluas jangkauan perlindungan kesehatan.
Selain menyasar ASN, kegiatan vaksinasi ini juga dibuka untuk masyarakat umum. Hal ini menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah dan instansi vertikal dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari, dengan ratusan ASN dan warga mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksin.
Tony Elfian juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia. Ia menekankan bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau bagi seluruh warga Kota Bengkulu.
“Kesadaran menjaga kesehatan harus dimulai dari diri sendiri. Pemerintah hadir sebagai fasilitator, tetapi keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, pelaksanaan vaksinasi berlangsung dengan menerapkan standar pelayanan kesehatan yang ketat. Tenaga medis yang bertugas memastikan seluruh prosedur dilakukan sesuai ketentuan, mulai dari skrining awal hingga pemantauan pascavaksinasi. BPOM Bengkulu juga memastikan vaksin yang digunakan telah memenuhi standar keamanan dan mutu.
Melalui kegiatan Sejuta Vaksin HPV ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terlindungi dari risiko kanker serviks. Pemerintah Kota Bengkulu bersama BPOM Bengkulu berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam menghadirkan program-program kesehatan yang berkelanjutan, demi mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra