Skip to main content

Pemkot Bengkulu Salurkan Bantuan untuk Janda Empat Anak di Panorama

Pemkot Bengkulu melalui Dinas Sosial menyerahkan bantuan berupa beras, sembako dan susu kepada Ida, warga Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Jumat (43/9/2026). Pemerintah juga meninjau kondisi keluarga Ida dan akan berkoordinasi terkait kebutuhan sosial serta kondisi gizi salah satu anaknya.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<<>>>>  Pemerintah Kota Bengkulu kembali menunjukkan kepedulian terhadap warga yang berada dalam kondisi ekonomi sulit. Melalui Dinas Sosial, Pemkot Bengkulu memberikan bantuan stimulan kepada Ida, seorang ibu yang menjadi tulang punggung keluarga dan harus menghidupi empat anak di Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati.

Bantuan yang diberikan berupa beras, sembako dan susu. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok keluarga Ida, sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial.

Penyaluran bantuan dilakukan setelah jajaran Pemerintah Kota Bengkulu turun langsung melihat kondisi keluarga Ida pada Jumat (4/9/2026). Kunjungan tersebut mewakili Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny Tobing.

Asisten I Pemerintah Kota Bengkulu Alex Periansyah hadir bersama Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Afriyenita. Turut mendampingi Sekretaris Dinas Sosial Iryana, Kepala Bidang Linjamsos Denny Apriansyah, Kepala Bidang Rehsos Irwansyah, Kepala Bidang Fakir Miskin Fatimah Zuhro serta Lurah Panorama Sumardi.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda penyerahan bantuan. Pemerintah juga ingin melihat secara langsung kondisi kehidupan keluarga penerima sehingga bentuk intervensi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu Afriyenita menjelaskan bahwa berdasarkan data kesejahteraan sosial, keluarga Ida masuk dalam Desil 2. Posisi tersebut menunjukkan keluarga Ida berada dalam kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah yang menjadi salah satu sasaran prioritas program bantuan pemerintah.

“ Ibu Ida saat ini berada dalam peringkat kesejahteraan Desil 2, yang artinya termasuk dalam kategori miskin dan menjadi salah satu prioritas penerima bantuan program pemerintah,” ujar Afriyenita.

Kondisi ekonomi keluarga tersebut semakin berat karena Ida harus menjalankan peran sebagai orang tua sekaligus pencari nafkah. Sehari-hari, ia berjualan kerupuk secara keliling untuk memperoleh penghasilan guna memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Di tengah keterbatasan tersebut, Ida juga harus memastikan kebutuhan pendidikan anak-anaknya tetap terpenuhi. Sebagian anaknya masih berada pada usia sekolah sehingga kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan dan kebutuhan keluarga menjadi tanggung jawab yang harus dipikulnya.

Perhatian pemerintah juga tertuju pada kondisi salah satu anak Ida yang masih berusia empat tahun. Anak tersebut terindikasi mengalami persoalan gizi dengan berat badan sekitar tujuh kilogram.

Kondisi itu menjadi perhatian serius karena persoalan gizi pada anak membutuhkan penanganan secara tepat dan berkelanjutan. Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Sosial berencana melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait agar keluarga tersebut memperoleh dukungan yang lebih menyeluruh.

Dinas Sosial akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu. Koordinasi tersebut diharapkan dapat membuka akses terhadap bantuan lanjutan, termasuk dukungan kebutuhan hidup dan penanganan kondisi gizi anak.

“Hal ini akan kita koordinasikan dengan OPD terkait, termasuk Baznas Kota Bengkulu terkait Jadup, serta mengenai kondisi gizi dan risiko stunting agar bisa mendapatkan perhatian serta penanganan lebih lanjut,” kata Afriyenita.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa bantuan sosial tidak berhenti pada pemberian bahan kebutuhan pokok. Pemerintah juga berupaya memastikan masyarakat rentan dapat terhubung dengan berbagai layanan yang tersedia, terutama ketika ditemukan persoalan lain seperti kebutuhan kesehatan dan gizi anak.

Bagi keluarga yang hidup dalam keterbatasan, bantuan berupa kebutuhan pokok dapat menjadi penyangga sementara untuk memenuhi kebutuhan harian. Namun, pendampingan dan koordinasi lintas sektor tetap diperlukan agar persoalan sosial yang dihadapi keluarga dapat ditangani secara lebih komprehensif.

Pemkot Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pelayanan sosial bagi masyarakat. Pemerintah berupaya memastikan warga yang berada dalam kondisi rentan tidak berjalan sendiri menghadapi persoalan ekonomi dan kebutuhan keluarga.

Melalui Dinas Sosial dan perangkat daerah lainnya, pemerintah akan terus melakukan pendataan, pemantauan serta penyaluran bantuan sesuai kondisi penerima. Kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat diharapkan dapat membuat program perlindungan sosial semakin tepat sasaran.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra