TEROPONGPUBLIK.CO.ID — Pemerintah Kota Kotamobagu bersama Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika (IKTGM) Kotamobagu resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan penyerahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pemkot Kotamobagu pada Senin, 19 Oktober 2026.
Kerja sama interdisiplin ini memfokuskan pengabdian mahasiswa di wilayah Kecamatan Kotamobagu Selatan untuk mendukung percepatan pembangunan desa, peningkatan derajat kesehatan, serta digitalisasi pelayanan masyarakat.
Ketua Panitia KKN IKTGM, Juritno Harmi Gaib, menyampaikan bahwa KKN tahun ini diikuti oleh 143 mahasiswa dari berbagai program studi. Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai 19 Oktober hingga 14 November 2026 dan tersebar di enam desa, yaitu Desa Kopandakan I, Desa Bungko, Desa Tabang, Desa Poyowa Kecil, Desa Poyowa Besar I, dan Desa Poyowa Besar II.
"KKN IKTGM Kota Kotamobagu Tahun Akademik 2026/2027 mengangkat tema Transformasi Desa Sehat dan Digital melalui Sinergi Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Teknik Berbasis Society 5.0 serta SDGs. Kami berharap kerja sama ini tidak hanya mendukung kelancaran pelaksanaan KKN, tetapi juga menjadi landasan bagi kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kesejahteraan masyarakat Kota Kotamobagu," ujar Juritno.
Sementara itu, Rektor IKTGM Kotamobagu, Echa Effendy Siswanto Amir, menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang membawa inovasi serta solusi nyata di tengah-tengah masyarakat. Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Kota Kotamobagu terhadap pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini.
"KKN Tematik bukan sekadar rutinitas akademik untuk memenuhi bobot SKS semata, melainkan wujud nyata Tridharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian masyarakat. Kepada seluruh mahasiswa, saya ingatkan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, serta menghormati kearifan lokal," ungkap Echa.
"Buatlah program kerja yang realistis, tepat guna, dan berkelanjutan. Kami mohon bimbingan serta arahan dari pemerintah daerah agar mahasiswa kami dapat melaksanakan tugas pengabdian ini dengan lancar, aman, dan berdaya guna," imbuhnya.
Mewakili Wali Kota Kotamobagu, Sekretaris Daerah Kota Kotamobagu, Sofyan Mokoginta, menyambut hangat sekaligus menerima secara resmi para mahasiswa KKN. Pemkot Kotamobagu menggarisbawahi bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan daerah, seperti penanganan stunting serta upaya pengentasan kemiskinan berbasis indikator Sustainable Development Goals (SDGs).
"Penandatanganan nota kesepahaman ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Pembangunan daerah tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan lintas sektor," sebut Sofyan.
"Saya berharap mahasiswa dapat mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata di lapangan. Jangan sampai setelah satu bulan KKN habis tidak berbekas; berikan kontribusi nyata dan tinggalkan legacy bagi masyarakat kita," tegas Sofyan saat membacakan sambutan Wali Kota Kotamobagu.
Pewarta: Gusman
Editing: Adi Saputra