TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Danau Dendam Tak Sudah di Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu. Program strategis ini menjadi langkah besar dalam mengembangkan salah satu ikon wisata alam Bengkulu agar mampu bersaing sebagai destinasi unggulan di tingkat nasional.
Pelaksanaan proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Pemerintah Provinsi Bengkulu, serta Pemerintah Kota Bengkulu. Sinergi lintas pemerintah ini diharapkan mampu mempercepat pembangunan kawasan sekaligus meningkatkan daya tarik sektor pariwisata daerah.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah pusat, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Chandra R. P. Situmorang, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan. Kunjungan tersebut turut dihadiri jajaran Kementerian PU, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK), perwakilan Pemerintah Provinsi Bengkulu, serta Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah.
Dalam peninjauan itu, berbagai aspek pembangunan menjadi perhatian, mulai dari kesiapan lahan, konsep penataan kawasan, hingga tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan secara bertahap. Pemerintah memastikan seluruh proses pembangunan dilakukan sesuai dengan perencanaan agar hasilnya memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Pembangunan kawasan wisata terpadu ini diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp156 miliar. Sementara itu, pada tahap awal pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp35 miliar untuk memulai pekerjaan fisik dan penyediaan berbagai fasilitas pendukung.
Pengerjaan tahap pertama diketahui telah dimulai sejak Mei 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Setelah rampung, kawasan Danau Dendam Tak Sudah akan memiliki wajah baru dengan fasilitas yang lebih modern, nyaman, dan ramah bagi wisatawan.
Selain mempercantik kawasan danau, proyek ini juga mencakup pembangunan pusat UMKM yang dirancang sebagai ruang promosi sekaligus pemasaran produk-produk unggulan masyarakat Bengkulu. Kehadiran pusat ekonomi tersebut diharapkan mampu memberikan peluang usaha baru bagi pelaku UMKM lokal seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan menghadirkan berbagai area rekreasi yang representatif sehingga Danau Dendam Tak Sudah tidak hanya menjadi lokasi wisata alam, tetapi juga kawasan terpadu yang menawarkan berbagai aktivitas bagi keluarga, komunitas, hingga wisatawan dari luar daerah.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu memberikan dukungan penuh terhadap program strategis nasional tersebut. Menurutnya, pembangunan kawasan wisata ini akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kami mendukung penuh upaya penataan yang dilakukan Pemerintah Pusat ini," ujar Medy saat mendampingi kunjungan kerja di lokasi proyek.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak agar proses pembangunan berjalan sesuai jadwal, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
Penataan Danau Dendam Tak Sudah juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata ruang Kota Bengkulu sekaligus memperkuat citra daerah sebagai salah satu tujuan wisata di Pulau Sumatera. Dengan infrastruktur yang lebih baik, kawasan tersebut diyakini akan menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Di sisi lain, peningkatan aktivitas wisata diperkirakan akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pelaku usaha kecil, pedagang, penyedia jasa transportasi, hingga sektor perhotelan diproyeksikan memperoleh manfaat dari meningkatnya kunjungan wisata ke kawasan tersebut.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, proyek penataan Kawasan Wisata Terpadu Danau Dendam Tak Sudah diharapkan menjadi contoh pengembangan destinasi wisata yang tidak hanya mengedepankan keindahan lingkungan, tetapi juga mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis pariwisata dan pemberdayaan UMKM di Provinsi Bengkulu.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra