TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Upaya penataan kawasan wisata di Kota Bengkulu terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Selaras dengan program prioritas yang digaungkan oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, Kecamatan Singaran Pati turut ambil bagian dalam upaya tersebut. Salah satu fokus terbaru adalah penataan kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS), yang kini tampil lebih tertata dan bersih setelah dilakukan pembongkaran terhadap lapak-lapak pedagang.
Camat Singaran Pati, Alex Periansyah, menyampaikan bahwa penataan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Pasalnya, kawasan DDTS merupakan bagian dari Taman Wisata Alam (TWA) yang harus dijaga kelestarian dan estetika lingkungannya.
"Penataan ini bukan hanya program lokal, tapi juga sejalan dengan rencana pemerintah pusat dan provinsi. Danau Dendam adalah kawasan wisata alam yang harus dijaga keindahannya. Oleh karena itu, lapak-lapak yang selama ini mengganggu pemandangan seperti tenda dan payung, kita lepas bersama-sama," ujar Alex.
Menurutnya, proses penataan ini dilakukan secara humanis dan persuasif. Sebelum pembongkaran dilakukan, pihak kecamatan terlebih dahulu melaksanakan sosialisasi dan pendekatan kepada para pengelola serta pedagang. Hasilnya, sebanyak 12 pengelola yang selama ini mengelola kawasan tersebut menyatakan persetujuannya untuk dilakukan penataan.
"Alhamdulillah, prosesnya berjalan lancar tanpa protes atau gejolak dari pihak manapun. Mereka menyadari pentingnya menjaga tata ruang dan keindahan kawasan wisata. Bahkan sebagian besar dari mereka melepas sendiri tenda dan payung dagangan mereka," tambahnya.
Penataan kawasan ini melibatkan petugas dari kecamatan dan linmas, terutama untuk membantu pedagang yang kesulitan secara fisik, seperti perempuan yang tidak memiliki pasangan. Mereka dibantu untuk membongkar dan merapikan lapaknya agar kawasan tetap tertib dan nyaman.
Alex juga mengungkapkan bahwa kawasan tersebut ke depannya akan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat dan provinsi, berupa pembangunan gerai-gerai permanen yang representatif dan sesuai dengan konsep wisata alam.
"Akan ada pembangunan gerai-gerai yang lebih layak dan tertata. Dengan begitu, para pedagang tetap bisa berjualan dengan nyaman, namun tetap menjaga keindahan dan kelestarian danau. Kita sekarang sedang menunggu realisasi dari program tersebut," katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Bengkulu, untuk bersama-sama menjaga dan mendukung upaya penataan kawasan wisata demi kemajuan kota.
"Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Mari kita bangun rasa memiliki terhadap Kota Bengkulu. Kawasan wisata ini adalah milik kita bersama, mari kita rawat dan tata demi kenyamanan semua pihak, baik pedagang maupun pengunjung," tutupnya.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra