TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Pimpinan Pusat Indonesia Raya Anti Narkoba (PP IRNA) menyampaikan apresiasi terhadap langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto yang mendorong pemetaan wilayah rawan narkoba sebagai bagian dari penguatan upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di Indonesia.
Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu pendekatan penting untuk membangun strategi penanganan yang lebih terukur. Dengan mengetahui karakteristik dan tingkat kerawanan suatu daerah, upaya penanggulangan narkoba diharapkan dapat dilaksanakan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.
Sekretaris Jenderal PP IRNA, Prayoga, mengatakan bahwa pemetaan wilayah memiliki peran penting dalam membantu menentukan skala prioritas penanganan. Menurutnya, setiap daerah mempunyai kondisi dan tantangan yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan situasi masing-masing.
Ia menilai, penanganan persoalan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan langkah penindakan secara umum. Diperlukan pula identifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian khusus agar sumber daya, program pencegahan, dan pengawasan dapat diarahkan secara lebih efektif.
“PP IRNA mengapresiasi langkah Kapolri yang mendorong pemetaan wilayah rawan narkoba. Pemetaan ini penting agar penanganannya tidak dilakukan secara umum saja, tetapi berdasarkan kondisi dan kebutuhan setiap wilayah,” ujar Prayoga.
Menurut PP IRNA, pemetaan daerah rawan narkoba dapat menjadi landasan dalam menyusun program penanggulangan yang lebih terarah. Informasi mengenai tingkat kerawanan suatu wilayah dapat membantu pihak terkait menentukan bentuk intervensi yang paling dibutuhkan.
Daerah yang memerlukan perhatian lebih dapat menjadi prioritas dalam pelaksanaan edukasi bahaya narkoba, pengawasan lingkungan, peningkatan kewaspadaan masyarakat, hingga penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendekatan berbasis kondisi wilayah juga diharapkan mendorong pelaksanaan program yang lebih terukur. Dengan perencanaan yang matang, upaya pencegahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan tidak hanya berfokus pada penanganan setelah munculnya kasus.
Meski demikian, pemetaan perlu didukung data yang akurat, koordinasi antarlembaga, serta evaluasi berkala. Dengan begitu, informasi kerawanan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.
Prayoga menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Kepolisian, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, keluarga, serta komunitas di lingkungan tempat tinggal mempunyai peran masing-masing dalam membangun perlindungan terhadap ancaman narkotika.
Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya ditempatkan sebagai pihak yang menerima dampak dari peredaran narkoba. Partisipasi warga juga diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, kepedulian terhadap lingkungan, dan penyampaian informasi kepada pihak berwenang melalui saluran yang tepat.
Sinergi tersebut dinilai penting agar upaya pemberantasan tidak berhenti pada penindakan terhadap pelaku, tetapi turut memperhatikan faktor pencegahan yang dapat mengurangi risiko penyalahgunaan narkotika.
Lingkungan keluarga dan pendidikan juga mempunyai peran penting dalam membangun pemahaman mengenai bahaya narkoba, terutama bagi anak-anak dan remaja. Pembekalan informasi yang benar diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan sekaligus memperkuat ketahanan generasi muda terhadap pengaruh negatif narkotika.
PP IRNA menyatakan dukungannya terhadap berbagai langkah Polri dalam memperkuat penanganan narkoba melalui strategi yang sistematis, terarah, dan berkelanjutan.
Organisasi tersebut berharap pemetaan wilayah rawan dapat dikembangkan menjadi salah satu instrumen pendukung dalam merancang program pencegahan dan pemberantasan yang lebih sesuai dengan kebutuhan daerah.
Selain itu, hasil pemetaan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan tingkat kerawanan serta menentukan langkah lanjutan yang diperlukan. Pelaksanaan program yang konsisten dan terukur menjadi bagian penting agar upaya penanggulangan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi PP IRNA, perang melawan narkoba tidak dapat dibebankan kepada satu institusi saja. Diperlukan komitmen bersama, mulai dari aparat penegak hukum hingga masyarakat di tingkat lingkungan, untuk membangun kesadaran dan memperkuat perlindungan terhadap ancaman narkotika.
Melalui kolaborasi yang kuat dan pemanfaatan data wilayah secara tepat, upaya pencegahan diharapkan semakin efektif, sementara penindakan dapat difokuskan pada sasaran yang membutuhkan perhatian khusus.
PP IRNA berharap langkah pemetaan tersebut menjadi bagian dari penguatan strategi nasional dalam menghadapi persoalan narkoba. Dengan keterlibatan berbagai pihak dan pelaksanaan program yang berkesinambungan, perlindungan masyarakat serta masa depan generasi muda diharapkan semakin terjaga.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra