TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa mengamuk di sekitar area Gedung Balai Buntar, Kota Bengkulu, pada Rabu (8/1). Kejadian ini sempat meresahkan masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas pagi di sekitar lokasi tersebut.
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Sahad, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga setempat mengenai perilaku pria yang mengganggu kenyamanan. "Kami mendapatkan laporan dari warga, khususnya mereka yang rutin olahraga pagi di Balai Buntar. Mereka merasa terganggu oleh kehadiran seorang pemuda yang kerap bertindak tidak wajar," ujar Sahad.
Merespons laporan tersebut, pihak Dinas Sosial bersama anggota kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian keesokan harinya. "Saat kami tiba di tempat kejadian perkara (TKP), laporan warga terbukti benar. Kami segera mengamankan pria tersebut," jelasnya.
Menurut Sahad, pria tersebut tidak memiliki identitas dan diduga merupakan gelandangan. "Dari pengakuannya, ia menyebut namanya Ari, namun ia tidak memiliki tempat tinggal tetap. Saat hendak diamankan, Ari sempat mengeluarkan pisau cutter dan nyaris melukai petugas," tambahnya.
Beruntung, tindakan cepat petugas berhasil menenangkan situasi dan mengamankan pria tersebut tanpa ada korban terluka. Setelah kejadian, pria tersebut langsung dibawa ke rumah singgah untuk penanganan lebih lanjut.
Sahad juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat Kota Bengkulu agar segera melaporkan jika menemukan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berpotensi mengganggu ketertiban umum. "Kami mengharapkan kerjasama masyarakat. Apabila ada orang yang diduga mengalami gangguan jiwa dan mengganggu kenyamanan, segera laporkan ke Dinas Sosial Kota Bengkulu," tuturnya.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya kehadiran layanan sosial dalam merespons isu yang melibatkan ODGJ. Sahad juga menambahkan bahwa dinas sosial akan terus bersinergi dengan pihak kepolisian dan masyarakat untuk menjaga ketertiban serta memberikan penanganan yang manusiawi bagi para ODGJ di Kota Bengkulu.
Dengan langkah-langkah responsif ini, diharapkan masyarakat merasa lebih aman dan kejadian serupa dapat dicegah di kemudian hari.
Pewarta: Hendri pessel
Editing: Adi Saputra