TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kabupaten Seluma terus mendorong pemerintah desa agar mampu menghasilkan dokumen perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui Sosialisasi Penyusunan Perencanaan Pembangunan Desa Tahun 2027 yang digelar di Gedung Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Seluma, H. Hendarsyah, S.I.P., M.T. Sosialisasi ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas aparatur desa agar proses perencanaan pembangunan tidak sekadar memenuhi kewajiban administrasi, tetapi mampu menjadi dasar pelaksanaan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sejumlah unsur pemerintah desa di lingkungan Kabupaten Seluma mengikuti kegiatan tersebut. Untuk memperkaya materi, panitia menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu serta perwakilan Inspektorat Kabupaten Seluma.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Seluma, Nopetri, yang juga bertindak sebagai ketua panitia, menjelaskan bahwa sosialisasi digelar untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada pemerintah desa mengenai proses penyusunan rencana pembangunan.
Menurutnya, kapasitas aparatur menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan perencanaan yang berkualitas. Karena itu, peserta diberikan ruang untuk memahami tahapan dan mekanisme penyusunan perencanaan pembangunan desa sekaligus mendalami berbagai ketentuan yang harus menjadi pedoman.
Nopetri berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut dapat diterapkan oleh masing-masing desa ketika menyusun rencana pembangunan untuk tahun anggaran 2027.
Ia juga meminta peserta tidak hanya mengikuti materi secara pasif. Diskusi dan pertukaran pengalaman dinilai penting karena setiap desa memiliki karakteristik, potensi, persoalan, serta kebutuhan pembangunan yang berbeda.
Sementara itu, H. Hendarsyah dalam arahannya menekankan bahwa perencanaan pembangunan desa harus disusun dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Aspirasi masyarakat dan skala prioritas desa perlu menjadi bagian penting dalam menentukan program yang akan direncanakan.
Menurut Hendarsyah, perencanaan yang disusun secara cermat sejak awal akan membantu pemerintah desa dalam menentukan arah pembangunan secara lebih efektif. Selain itu, proses tersebut juga diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan desa.
Ia menilai pembangunan desa tidak dapat dilakukan secara parsial. Perencanaan harus disusun secara berkelanjutan sehingga program yang dilaksanakan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat serta tujuan pembangunan desa.
Hendarsyah juga mengingatkan peserta agar memahami aturan yang menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan. Dengan begitu, setiap tahapan dapat dilakukan secara tertib dan meminimalkan persoalan dalam pelaksanaan maupun pengawasan.
“Pemahaman yang baik akan membantu pemerintah desa menyusun perencanaan secara lebih tertib, tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Hendarsyah.
Ia kemudian mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk menggali informasi sebanyak mungkin. Berbagai persoalan yang selama ini ditemui di tingkat desa diharapkan dapat dibahas bersama sehingga ditemukan solusi yang tepat.
Sosialisasi ini sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah desa di Kabupaten Seluma untuk meningkatkan kualitas perencanaan menghadapi pembangunan tahun 2027. Dengan perencanaan yang lebih sistematis, partisipatif dan berkesinambungan, pembangunan desa diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pencapaian target pembangunan daerah.
Pewarta : HassanEditing : Adi Saputra