Skip to main content

Sulap Halaman Rumah Jadi Lumbung Pangan, Legislator PKS Andi Desak Pemkot Bengkulu Gaspol Program Mandiri!

Sulap Halaman Rumah Jadi Lumbung Pangan, Legislator PKS Andi Desak Pemkot Bengkulu Gaspol Program Mandiri!

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  – Siapa bilang urusan perut dan ketahanan pangan cuma bisa selesai di atas meja rapat paripurna?

Anggota Komisi III DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi PKS, Andi, punya cara yang jauh lebih membumi, segar, dan anti-mainstream untuk menyiasati tantangan pangan hari ini.

Bukan lagi bicara soal antrean sembako murah atau distribusi kuota bantuan yang kerap bikin pusing, Andi justru melempar gagasan segar: "Ketahanan Pangan Keluarga, Dimulai dari Halaman Rumah!"

"Kita tidak bisa terus-menerus bergantung pada pasokan luar atau menunggu bantuan turun. Kuncinya ada di pekarangan kita sendiri.

Sejengkal tanah di halaman rumah kalau dimanfaatkan dengan cerdas, bisa jadi penyelamat isi dompet dapur," ujar Andi dengan semangat berapi-api saat ditemui di sela-sela aktivitasnya.

Gagasan ini bukan sekadar omon-omon atau teori di atas kertas. Andi mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu untuk tidak setengah-setengah alias harus gaspol memfasilitasi masyarakat.

Polanya konkret: sulap halaman rumah warga menjadi area produktif dengan kombinasi ciamik antara sayuran segar di dalam polibag dan kandang ayam petelur skala rumahan.
Bayangkan, setiap pagi ibu-ibu di Kota Bengkulu tidak perlu lagi panik memikirkan harga telur yang naik-turun bak wahana pasar malam.

Tinggal melangkah ke samping rumah, petik cabai segar, ambil beberapa butir telur langsung dari kandangnya, dan sarapan sehat bin hemat pun siap tersaji.
"Ini bukan cuma soal menghemat pengeluaran bulanan, tapi ini tentang harga diri sebuah keluarga yang mandiri secara pangan.

Kalau setiap rumah tangga di Kota Bengkulu punya klaster pangan mandiri seperti ini, kita tidak perlu cemas lagi dengan isu krisis pangan global," tambah legislator yang dikenal vokal ini.

Melalui Komisi III, Andi menegaskan akan terus mengawal dan mendesak dinas terkait di Pemkot Bengkulu agar program stimulus berupa bibit tanaman, media polibag, hingga edukasi peternakan ayam petelur rumahan ini bisa masif menyentuh lapisan masyarakat terbawah.

Saatnya warga Kota Bengkulu mandiri, kreatif, dan berdaulat pangan dari halaman rumah sendiri. Pemkot, tunggu apa lagi? Yuk, eksekusi!(**)