Skip to main content

Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing Hadiri Rakor Pencegahan Karhutla, Perkuat Kesiapsiagaan Daerah

Wakil Wali Kota Bengkulu Ronny PL Tobing menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan, Mitigasi dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Provinsi Bengkulu di Gedung Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (1/9/2026).

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu menyatakan komitmennya untuk memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan, Mitigasi dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Provinsi Bengkulu.

Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Gedung Aula Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (1/9/2026). Kegiatan ini mempertemukan pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi vertikal, serta berbagai unsur terkait dalam rangka menyatukan langkah menghadapi potensi Karhutla.

Kehadiran Ronny PL Tobing dalam rakor tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kota Bengkulu terhadap upaya kolaboratif lintas sektor dalam mencegah munculnya titik-titik kebakaran, terutama pada periode cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan.

Dalam forum koordinasi itu, berbagai strategi pencegahan dibahas secara bersama-sama. Mulai dari pemetaan kawasan rawan, penguatan sistem pemantauan, kesiapan personel dan peralatan, hingga peningkatan edukasi kepada masyarakat.

Ronny menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam penanganan Karhutla. Menurutnya, upaya penanggulangan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi, melainkan harus dimulai sejak dini melalui pengawasan dan deteksi terhadap potensi munculnya hotspot atau titik panas.

Pemerintah Kota Bengkulu, kata dia, siap mendukung langkah-langkah yang telah dirumuskan bersama dalam rapat koordinasi tersebut. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan dan instansi teknis dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Kesiapsiagaan juga perlu melibatkan perangkat daerah yang memiliki tugas langsung dalam penanganan bencana dan kebakaran. Dinas Pemadam Kebakaran serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diharapkan terus memperkuat koordinasi dan kesiapan sumber daya.

“Upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Seluruh unsur perlu meningkatkan kewaspadaan agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sejak awal,” menjadi semangat yang mengemuka dalam koordinasi tersebut.

Selain kesiapan pemerintah dan aparat, peran masyarakat juga mendapat perhatian dalam pembahasan Rakor Pencegahan Karhutla Provinsi Bengkulu. Edukasi kepada masyarakat dinilai penting, khususnya terkait bahaya membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan, tetapi juga dapat berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat. Asap yang dihasilkan berpotensi mengganggu aktivitas warga, kualitas udara, hingga mobilitas di sejumlah wilayah.

Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan edukatif, pengawasan lapangan, serta penegakan aturan terhadap praktik-praktik yang dapat memicu kebakaran.

Dalam rapat tersebut juga dibahas optimalisasi posko pemantauan di daerah-daerah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan. Posko menjadi bagian penting dalam sistem pengendalian Karhutla karena dapat mempercepat penyampaian informasi dan koordinasi penanganan di lapangan.

Pemetaan wilayah rawan kebakaran juga terus diperkuat sebagai dasar dalam menentukan langkah antisipasi. Dengan adanya data dan pemantauan yang baik, pemerintah diharapkan mampu mengambil tindakan cepat sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Bagi Kota Bengkulu, kesiapsiagaan menghadapi Karhutla menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Pemerintah kota berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah provinsi dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman Karhutla. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan aparat keamanan, instansi teknis, organisasi masyarakat, dan partisipasi aktif warga.

Melalui Rapat Koordinasi Pencegahan, Mitigasi dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan memiliki kesamaan langkah dalam memperkuat deteksi dini dan respons cepat.

Rakor tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bengkulu, para kepala daerah kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu, serta pimpinan instansi vertikal terkait.

Dengan koordinasi yang semakin solid, Pemerintah Kota Bengkulu bersama seluruh pihak terkait berharap potensi Karhutla dapat dicegah sedini mungkin. Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk melindungi lingkungan, menjaga kualitas udara, serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berlangsung dengan aman dan nyaman.

Pewarta : Amg 

Editing : Adi Saputra