TEROPONGPUBLIK.CO.I – Di tengah pelaksanaan ibadah haji, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap sesama jamaah dengan menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar. Saat berada di Madinah, ia berinisiatif membuka posko kesehatan mandiri yang berlokasi tepat di depan kamar tempatnya menginap.
Langkah ini dilakukan guna mempermudah akses layanan kesehatan bagi jamaah haji yang membutuhkan penanganan medis ringan tanpa harus menempuh jarak jauh atau menunggu petugas datang ke kamar masing-masing.
Posko kesehatan tersebut didirikan di depan kamar nomor 414, lokasi yang juga ditempati oleh tenaga kesehatan dalam satu rombongan. Inisiatif ini muncul dari diskusi ringan antara wali kota dengan petugas kesehatan serta pengurus kloter.
Ketua Kloter 4 Padang, Hamid Muhakam, membenarkan adanya posko tersebut. Ia menjelaskan bahwa ide ini muncul karena melihat kondisi tenaga medis yang harus bolak-balik melayani jamaah di berbagai kamar hotel.
“Awalnya kami berdiskusi santai. Petugas kesehatan biasanya harus berpindah-pindah dari satu kamar ke kamar lain untuk memeriksa jamaah. Dari situ, Pak Wali mengusulkan agar dibuat satu titik layanan agar lebih efisien,” ujar Hamid.
Menurutnya, gagasan tersebut langsung disambut baik oleh seluruh pihak, termasuk petugas kesehatan dan jamaah. Posko kesehatan dinilai mampu menghemat tenaga sekaligus mempercepat penanganan bagi jamaah yang mengalami gangguan kesehatan ringan.
Setelah kesepakatan dicapai, Dedy Wahyudi segera mengumumkan keberadaan posko tersebut kepada seluruh jamaah dalam rombongan. Ia mengimbau agar jamaah yang merasa kurang sehat, namun masih mampu berjalan, dapat langsung mendatangi posko kesehatan di depan kamar 414.
“Pak wali sendiri yang menyampaikan kepada jamaah agar memanfaatkan posko tersebut. Tujuannya supaya petugas kesehatan tidak kelelahan dan pelayanan bisa lebih cepat,” tambah Hamid.
Keberadaan posko kesehatan ini memberikan manfaat nyata. Jamaah yang mengalami keluhan seperti batuk, pilek, atau kelelahan ringan dapat langsung memperoleh penanganan tanpa harus menunggu lama. Selain itu, interaksi antara jamaah dan tenaga medis menjadi lebh mudah dan terpusat.
Dalam pelaksanaan ibadah haji, kondisi kesehatan memang menjadi salah satu faktor penting yang harus dijaga. Aktivitas ibadah yang padat serta perubahan cuaca kerap memicu gangguan kesehatan, terutama bagi jamaah lanjut usia.
Oleh karena itu, kehadiran posko kesehatan seperti yang diinisiasi oleh Wali Kota Bengkulu ini dinilai sebagai langkah inovatif dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan.
Hamid juga memastikan bahwa secara umum kondisi seluruh jamaah dalam kloter tersebut dalam keadaan baik. Termasuk Wali Kota Bengkulu beserta istri yang dilaporkan sehat dan dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar.
“Alhamdulillah, kondisi pak wali dan ibu dalam keadaan sehat. Begitu juga mayoritas jamaah lainnya. Hanya beberapa orang yang mengalami batuk dan pilek ringan, dan semuanya sudah ditangani oleh petugas,” jelasnya.
Inisiatif ini pun menjadi contoh nyata bagaimana kepemimpinan tidak hanya ditunjukkan melalui kebijakan formal, tetapi juga melalui tindakan langsung yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan adanya posko kesehatan tersebut, diharapkan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, aman, dan khusyuk tanpa terganggu oleh kendala kesehatan yang berarti.
Langkah sederhana namun penuh makna ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan inovasi dapat hadir di mana saja, bahkan di tengah perjalanan spiritual seperti ibadah haji.
Pewarta:Amg
Editing: Adi Saputra