Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Takziah ke Rumah Duka Warga, Serahkan Layanan Administrasi Kependudukan

Wali Kota Bengkulu Takziah ke Rumah Duka Warga, Serahkan Layanan Administrasi Kependudukan

TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, menunjukkan kepedulian sosial yang kuat dengan mendatangi langsung rumah duka dua warga Kota Bengkulu yang meninggal dunia pada Rabu malam (21/1/2026).

Didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Dedy menghadiri takziah di kediaman almarhumah Nurmi binti Anwar Ali Baba di Jalan Pari, Gang Pari 3, Kelurahan Berkas, Kecamatan Teluk Segara, serta di rumah almarhum Saadi Husin bin Husin di Kelurahan Sidomulyo.
Kunjungan tersebut menjadi wujud empati Pemerintah Kota Bengkulu terhadap masyarakat yang tengah diliputi suasana duka. Di tengah keluarga yang berduka, Wali Kota Dedy Wahyudi menyampaikan belasungkawa secara langsung, sekaligus menguatkan keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah dan ikhlas menerima ketentuan Ilahi.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Bengkulu, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah dan almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah, diampuni segala dosa, diterima seluruh amal ibadahnya, serta diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan,” ucap Dedy di hadapan keluarga dan pelayat.

Kehadiran Wali Kota beserta jajaran tidak hanya menjadi simbol kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, tetapi juga mencerminkan pendekatan humanis yang terus dibangun Pemkot Bengkulu. Menurut Dedy, seorang pemimpin harus selalu hadir dalam berbagai situasi, termasuk saat warganya menghadapi cobaan dan kehilangan.

“Dalam situasi seperti ini, kehadiran pemerintah bukan sekadar urusan protokoler. Kami ingin benar-benar hadir untuk memberikan dukungan moril, sekaligus memastikan keluarga tidak merasa sendiri,” ujarnya.

Selain memberikan penguatan secara spiritual dan emosional, Pemerintah Kota Bengkulu juga membawa bentuk bantuan nyata berupa layanan administrasi kependudukan. Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Pemkot menyerahkan paket dokumen “3 in 1” kepada keluarga almarhum dan almarhumah.

Paket layanan “3 in 1” tersebut terdiri dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) baru bagi pasangan atau anggota keluarga yang ditinggalkan, Kartu Keluarga (KK) yang telah diperbarui, serta Akta Kematian. Dengan adanya layanan ini, keluarga tidak perlu lagi mengurus administrasi secara terpisah ke kantor Disdukcapil.

Dedy menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari inovasi pelayanan publik yang dikembangkan Pemkot Bengkulu untuk memberikan kemudahan dan kecepatan bagi masyarakat, khususnya dalam situasi duka yang tentu tidak mudah.

“Biasanya, ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia, pihak keluarga harus mengurus berbagai dokumen, mulai dari KK, KTP hingga akta kematian. Kami ingin meringankan beban itu. Oleh karena itu, semua kami siapkan dan kami serahkan langsung ke rumah duka,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa layanan ini tidak hanya bertujuan mempermudah administrasi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian pemerintah agar keluarga bisa lebih fokus pada proses berduka dan pemulihan emosional.

Keluarga almarhumah Nurmi dan almarhum Saadi menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Wali Kota Bengkulu dan jajaran. Mereka mengaku sangat terbantu, baik secara moril maupun dari sisi pelayanan administrasi.

“Kami tidak menyangka Pak Wali Kota datang langsung ke rumah. Ini sangat berarti bagi kami. Apalagi dokumen kependudukan juga langsung diberikan, jadi kami tidak perlu lagi repot mengurusnya,” ujar salah seorang anggota keluarga.

Melalui kegiatan takziah ini, Pemkot Bengkulu menegaskan komitmennya untuk terus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Pendekatan jemput bola, khususnya dalam layanan administrasi kependudukan, diharapkan mampu meningkatkan kepuasan publik sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga.

Dedy Wahyudi berharap, pola pelayanan seperti ini dapat terus ditingkatkan dan menjadi budaya kerja aparatur di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Menurutnya, pelayanan yang baik bukan hanya diukur dari kecepatan dan ketepatan, tetapi juga dari sentuhan kemanusiaan.

“Pemerintah harus hadir dengan hati. Dengan begitu, masyarakat akan benar-benar merasakan bahwa pemerintah ada untuk mereka, dalam keadaan senang maupun saat sedang berduka,” tutup Dedy.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra.