TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Suasana kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) pada akhir pekan lalu tampak berbeda. Ratusan warga Dusun Besar tumpah ruah mengikuti pagelaran seni dan budaya yang digelar secara swadaya. Acara tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bukti nyata kekompakan masyarakat dalam menjaga tradisi gotong royong.
Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, hadir langsung dan menyampaikan rasa bangganya kepada masyarakat yang sukses melaksanakan kegiatan itu. Menurutnya, kerja sama yang erat antarwarga menjadi modal utama hingga acara bisa berjalan meriah dan tertib.
“Saya sangat senang sekaligus bangga karena masyarakatnya kompak. Kalau warganya kompak, pekerjaan lurah dan camat juga menjadi ringan. Inilah contoh baik yang bisa ditiru kelurahan lain,” ujar Dedy dalam sambutannya.
Ia menambahkan, keberhasilan pagelaran tersebut murni dari hasil swadaya tanpa bergantung pada anggaran pemerintah. “Kegiatan ini membuktikan bahwa kebersamaan dan gotong royong tidak membutuhkan alasan dana. Asalkan ada kemauan untuk bersatu, kegiatan apa pun bisa terlaksana dengan baik,” tambahnya.
Selain mengapresiasi kebersamaan warga, Dedy juga mengaitkan kegiatan ini dengan visi Pemerintah Kota Bengkulu yang tengah mendorong sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak ekonomi. Menurutnya, pagelaran seni di DDTS sejalan dengan upaya Pemkot bersama Wakil Walikota Ronny untuk menjadikan Bengkulu sebagai kota tujuan wisata.
Dalam kesempatan itu, Dedy mengingatkan pentingnya keramahan warga dalam menyambut para wisatawan. “Agar kota ini semakin dikenal sebagai destinasi wisata, saya berharap masyarakat lebih ramah kepada pengunjung. Saya juga meminta para lurah untuk terus mengingatkan warganya soal ini,” tegasnya.
Acara tersebut turut mendapat perhatian dari Anggota DPD RI, Destita Khairilisani. Ia menyampaikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap kegiatan berbasis kebersamaan masyarakat ini. “Kegiatan seperti ini sangat bagus. Saya siap mendukung dan memfasilitasi berbagai program, termasuk literasi masyarakat melalui taman baca maupun perpustakaan,” ujarnya.
Rangkaian acara di DDTS tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, tetapi juga membuka ruang kreativitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Terdapat taman baca untuk anak-anak, lomba mewarnai, hingga pameran produk UMKM lokal. Sementara itu, penampilan khas Bengkulu seperti Sarafal Anam dan Tari Serayang Pandang menjadi daya tarik utama yang memikat penonton.
Selain menghadirkan hiburan, kegiatan ini juga membawa dampak positif dalam upaya melestarikan budaya dan mengembangkan ekonomi kreatif. Dengan adanya pameran UMKM, masyarakat dapat memasarkan produk lokal kepada pengunjung yang datang.
Pagelaran seni di DDTS ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin tahunan. Selain memperkenalkan pesona Danau Dendam Tak Sudah yang selama ini menjadi ikon wisata Bengkulu, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan identitas budaya masyarakat.
Kompaknya warga Dusun Besar dalam menggelar acara ini menunjukkan sinergi nyata antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh daerah. Dengan semangat gotong royong, upaya memajukan pariwisata dan menjaga budaya lokal di Bengkulu bukanlah hal yang mustahil.
Perwarta : Amg
Editing : Adi Saputra