TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>>> Gerakan Menanam 10 Ribu Pohon Kelapa atau yang dikenal dengan nama GEMPALA, yang diinisiasi oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Program penghijauan yang berfokus pada penanaman pohon kelapa di kawasan Pantai Panjang sepanjang 7 kilometer ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi wilayah pesisir.
Salah satu tokoh yang menyatakan dukungan adalah Ustaz kondang dan juga mantan Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah. Meski tengah berada di Tanah Suci Mekkah, Junaidi menyampaikan apresiasi mendalam terhadap gerakan ini.
"Insyaallah, ini adalah gerakan yang sangat bermanfaat. Selain untuk pelestarian lingkungan, pohon kelapa ini juga bisa menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat," ujar Junaidi dalam keterangannya, Rabu (6/8).
Dalam kesempatan tersebut, Junaidi juga mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad SAW dari Jabir bin Abdillah, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
“Tidaklah seorang muslim menanam pohon, kecuali apa yang dimakan darinya menjadi sedekah baginya, apa yang dicuri darinya juga menjadi sedekah baginya, dan apa yang diambil orang lain juga menjadi sedekah baginya.”
Hadis ini, lanjutnya, menegaskan bahwa menanam pohon merupakan bentuk amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, bahkan ketika buah atau hasil dari pohon tersebut dimanfaatkan oleh orang lain, dimakan hewan, ataupun diambil tanpa izin.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Wali. Semoga pohon kelapa yang ditanam di sepanjang pantai ini kelak benar-benar membawa manfaat besar bagi warga dan menjadi amal kebaikan yang tidak putus,” tambahnya.
Komitmen Pemerintah Kota
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, yang akrab disapa Bang Dedy, dalam berbagai kesempatan terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ambil bagian dalam program GEMPALA. Menurutnya, gerakan ini bukan sekadar penanaman pohon semata, tetapi juga mencerminkan upaya menyelamatkan ekosistem pantai sekaligus membuka potensi ekonomi jangka panjang.
"Kita ingin pantai kita hijau, rindang, dan produktif. Pohon kelapa adalah pilihan yang tepat karena tahan terhadap kondisi iklim pantai, dan hasilnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar," ujar Dedy.
Ia menambahkan, gerakan ini juga sejalan dengan visi Kota Bengkulu sebagai kota religius dan bahagia, di mana aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi saling terintegrasi.
“Melalui GEMPALA, kita tidak hanya menanam pohon, tapi juga menanam harapan dan masa depan untuk anak cucu kita,” tegasnya.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Selain dari tokoh agama, dukungan terhadap GEMPALA juga datang dari komunitas lingkungan, organisasi kepemudaan, serta berbagai lembaga pendidikan di Kota Bengkulu. Banyak yang melihat gerakan ini sebagai bentuk nyata dari komitmen pemerintah daerah terhadap pembangunan berkelanjutan.
Pemerintah Kota juga berencana menggandeng pelajar dan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan penanaman, sekaligus mengedukasi mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Menuju Bengkulu yang Hijau dan Berdaya
Dengan target 10 ribu pohon kelapa, GEMPALA diharapkan tidak hanya mempercantik kawasan Pantai Panjang, tetapi juga menjadikannya sebagai destinasi wisata hijau yang ikonik. Pohon-pohon kelapa yang rindang diharapkan mampu menahan abrasi pantai, mengurangi pemanasan wilayah pesisir, serta memberikan nilai tambah melalui produksi kelapa dan produk turunannya.
Gerakan ini juga dinilai sebagai bentuk konkret dari pembangunan berbasis kearifan lokal, di mana kelapa yang merupakan tanaman khas pesisir dimaksimalkan manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat.
Dedy Wahyudi menegaskan bahwa gerakan ini akan terus dikawal hingga seluruh pohon berhasil ditanam dan dirawat. Ia juga berharap sinergi semua pihak dapat terus terjalin demi menciptakan Bengkulu yang hijau, sejuk, dan makmur.
Pewarta : Amg
Editing : Adi saputra