Skip to main content

ASA Group Siapkan Investasi Rp3 Triliun untuk Bangun Pelabuhan Baru di Bengkulu

ASA Group Siapkan Investasi Rp3 Triliun untuk Bangun Pelabuhan Baru di Bengkulu

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Provinsi Bengkulu segera memasuki babak baru dalam pembangunan infrastruktur maritim. ASA Group melalui Komisaris Utamanya, Nuragianti, memastikan rencana pembangunan pelabuhan baru berstandar internasional dengan estimasi investasi mencapai Rp3 triliun akan segera direalisasikan.

Menurut Nuragianti, nilai investasi sebesar itu jelas tidak mungkin ditanggung oleh satu pihak saja. Karena itu, ASA Group mengambil langkah strategis dengan mengundang investor baik dari dalam maupun luar negeri untuk bergabung.

“Anggaran Rp3 triliun itu bukan jumlah kecil. Jadi, tidak mungkin semua berasal dari kantong saya. Karena itu, kami membuka ruang bagi para investor yang memiliki visi yang sama untuk membangun Bengkulu. Syukurlah, pendekatan yang kami lakukan diterima baik, dan kemarin saya sudah meminta izin kepada Pak Gubernur untuk mendatangkan para investor ini. Insya Allah akan ada dukungan baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” ungkap Nuragianti di Bengkulu, Selasa (27/8).

Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah sangat penting agar iklim investasi di Bengkulu semakin terbuka. Sebab, pembangunan pelabuhan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut citra daerah dan potensi besar dalam meningkatkan konektivitas serta ekonomi masyarakat.

Studi Kelayakan Jadi Fondasi Utama

Saat ini, ASA Group tengah mengumpulkan seluruh dokumen studi kelayakan (feasibility study) yang sebelumnya pernah dilakukan oleh sejumlah instansi. Semua kajian tersebut akan ditelaah ulang bersama para pakar internasional.

“Langkah strategisnya sekarang adalah mengumpulkan semua studi kelayakan yang ada, kemudian dikaji ulang dengan melibatkan ahli-ahli internasional. Jika salah satunya cocok, maka bisa langsung kami tindak lanjuti. Namun jika belum sesuai, kami akan belajar dari situ dan menyusun studi kelayakan baru,” jelasnya.

Setelah kajian teknis dinyatakan layak, ASA Group akan melangkah ke tahap berikutnya, yakni penyusunan desain, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), serta melengkapi seluruh dokumen perizinan yang diwajibkan pemerintah. “Jika semua dokumen rampung dan izin AMDAL sudah disetujui, maka proyek ini akan segera berjalan,” tegas Nuragianti.

Pelabuhan Jadi Prioritas, Kereta Api dan Pabrik Menyusul

Tak hanya pelabuhan, Nuragianti juga mengungkapkan ASA Group memiliki rencana jangka panjang untuk membangun infrastruktur lain di Bengkulu, termasuk jalur kereta api serta pabrik karbon aktif. Namun, ia menekankan bahwa pembangunan pelabuhan akan didahulukan karena lebih realistis untuk diwujudkan dalam waktu dekat.

“Pelabuhan kami jadikan prioritas. Kalau rel kereta api, meskipun sudah ada studi kelayakan sejak 2015, prosesnya jauh lebih kompleks karena menyangkut pembebasan lahan dan sosialisasi dengan masyarakat. Kalau pelabuhan, tidak ada masyarakat yang tinggal di laut, jadi hambatannya relatif lebih kecil,” ujar Nuragianti.

Meski demikian, rencana pembangunan kereta api tetap akan disinergikan dengan agenda pemerintah provinsi. Infrastruktur transportasi darat dan laut yang saling terhubung diyakini mampu mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Bengkulu ke depan.

Dorong Bengkulu Jadi Pusat Ekonomi Maritim

Pembangunan pelabuhan baru ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas logistik, tetapi juga membuka peluang besar bagi Bengkulu untuk menjadi salah satu pusat ekonomi maritim di kawasan barat Sumatera.

Nuragianti menegaskan, kehadiran pelabuhan modern akan mempermudah arus ekspor komoditas unggulan Bengkulu, seperti batu bara, hasil perkebunan, hingga potensi produk industri hilir lainnya. Selain itu, pelabuhan ini akan menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

“Bengkulu memiliki potensi besar, tapi selama ini belum maksimal karena terbatasnya infrastruktur pelabuhan. Jika pelabuhan baru ini terealisasi, bukan hanya Bengkulu yang diuntungkan, tapi juga daerah-daerah tetangga,” tutur Nuragianti.

Optimistis Terealisasi 2–3 Tahun ke Depan

Dengan dukungan pemerintah dan para investor, ASA Group optimistis pembangunan pelabuhan ini bisa segera terealisasi dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun mendatang.

“Kami berharap semua pihak dapat menyambut baik rencana ini. Saya sudah memohon dukungan untuk Bengkulu, dan tentu saya tidak ingin jika upaya mendatangkan investor justru ditolak. Dengan kerja sama yang solid, saya yakin pelabuhan baru ini bisa berdiri dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan,” pungkas Nuragianti.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra