TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> KH Bisri Syansuri merupakan salah satu tokoh besar dalam sejarah Nahdlatul Ulama (NU). Dikenal sebagai ulama yang tegas dan berwawasan luas, beliau turut berperan dalam membangun dan mengembangkan organisasi Islam terbesar di Indonesia. Semasa hidupnya, KH Bisri Syansuri tidak hanya berperan sebagai pendidik dan pemimpin pesantren, tetapi juga aktif dalam kancah perjuangan politik dan kebangsaan.
Perjalanan Hidup dan Kiprah di NU
KH Bisri Syansuri lahir pada tahun 1887 di Tayu, Pati, Jawa Tengah. Sejak kecil, beliau sudah menunjukkan kecintaan yang mendalam terhadap ilmu agama. Ia menimba ilmu di berbagai pesantren ternama sebelum akhirnya mendirikan Pesantren Denanyar di Jombang, Jawa Timur, yang menjadi salah satu pusat pendidikan Islam berpengaruh di Indonesia.
Sebagai salah satu pendiri NU bersama KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri memiliki kontribusi besar dalam membangun NU sebagai organisasi yang kokoh. Beliau dikenal sebagai ulama yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan Islam, terutama dalam meningkatkan peran perempuan dalam pendidikan pesantren.
Dalam struktur kepemimpinan NU, KH Bisri Syansuri pernah menjabat sebagai Wakil Rais 'Aam sebelum akhirnya diangkat menjadi Rais 'Aam PBNU pada 1971 hingga wafatnya pada 25 April 1980 di usia 93 tahun. Kepemimpinannya dikenal tegas dalam menjaga prinsip-prinsip ahlussunnah wal jama'ah dan mempertahankan independensi NU di tengah dinamika politik nasional.
Kontribusi bagi Bangsa dan Pesantren
Selain kiprahnya di NU, KH Bisri Syansuri juga terlibat dalam berbagai aktivitas kebangsaan. Ia mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia dan aktif dalam merumuskan kebijakan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam moderat. Beliau juga dikenal sebagai ulama yang menolak keras paham-paham yang bertentangan dengan ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.
Salah satu warisan besar KH Bisri Syansuri adalah kontribusinya dalam sistem pendidikan pesantren. Ia memperkenalkan kurikulum pendidikan yang lebih maju, termasuk memasukkan pelajaran umum ke dalam sistem pesantren, yang kemudian menjadi inspirasi bagi banyak lembaga pendidikan Islam lainnya di Indonesia.
Warisan dan Keteladanan
Wafatnya KH Bisri Syansuri pada 1980 menjadi kehilangan besar bagi NU dan bangsa Indonesia. Namun, pemikiran dan perjuangannya tetap hidup melalui pesantren-pesantren yang beliau bina serta kader-kader NU yang meneruskan perjuangannya.
Kini, nama KH Bisri Syansuri tetap dikenang sebagai ulama yang berjuang untuk umat dan bangsa. Kiprahnya dalam dunia pendidikan Islam dan perjuangan kebangsaan menjadi inspirasi bagi generasi penerus, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama. |sumber NUOnline.id)
Reporter: Harlis Sang Putra |
Editing : Adi Saputra