Skip to main content

Bupati Teddy Rahman Apresiasi Festival Tabut Sebagai Identitas Budaya Bengkulu

Bupati Seluma Teddy Rahman menghadiri pembukaan Festival Tabut 2026 di Bengkulu. Festival budaya tahunan ini menjadi sarana pelestarian tradisi, penguatan pariwisata, serta peningkatan ekonomi dan UMKM masyarakat Bengkulu.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  – Bupati Seluma, Teddy Rahman, S.E., M.M., bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Seluma, Ny. dr. Mega Ayu Variza Teddy Rahman, MARS., menghadiri pembukaan Festival Tabut 2026 yang digelar di kawasan Sport Center Bengkulu, Selasa malam (16/6/2026). Kegiatan budaya tahunan tersebut berlangsung meriah dan menjadi pusat perhatian ribuan masyarakat yang datang dari berbagai daerah di Provinsi Bengkulu.

Peresmian Festival Tabut 2026 dilakukan langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, didampingi Wakil Gubernur Bengkulu, Mian. Acara pembukaan juga dihadiri para bupati dan wali kota se-Provinsi Bengkulu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen yang turut mendukung pelestarian budaya daerah.

Mengangkat tema “Semarak Muharram Bengkulu”, Festival Tabut tahun ini menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional, atraksi budaya, serta berbagai kegiatan yang menggambarkan kekayaan warisan budaya masyarakat Bengkulu. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal acara, dengan ribuan pengunjung memadati area festival untuk menyaksikan rangkaian pembukaan yang berlangsung penuh semangat dan nuansa kebersamaan.

Festival Tabut merupakan salah satu tradisi budaya terbesar di Bengkulu yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun. Tradisi ini menjadi simbol penting dalam menjaga nilai sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Bengkulu. Keberadaan Festival Tabut tidak hanya memiliki nilai religius dan historis, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa Festival Tabut merupakan agenda budaya strategis yang memiliki peran besar dalam memperkenalkan kekayaan budaya Bengkulu kepada masyarakat luas. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.

“Festival Tabut bukan sekadar perayaan budaya tahunan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita menunjukkan bahwa Bengkulu memiliki warisan budaya yang kaya dan patut dibanggakan,” ujar Helmi Hasan.

Sementara itu, Bupati Seluma Teddy Rahman menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam menjaga dan mengembangkan Festival Tabut sebagai salah satu ikon budaya daerah. Ia menilai keberlangsungan festival tersebut sangat penting untuk memastikan nilai-nilai budaya tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

Menurut Teddy, Festival Tabut tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung selama pelaksanaan festival membuka peluang usaha bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pedagang lokal, serta sektor jasa lainnya.

“Festival Tabut adalah kebanggaan masyarakat Bengkulu yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Selain melestarikan tradisi, festival ini juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan aktivitas ekonomi, sektor pariwisata, dan pengembangan UMKM,” kata Teddy Rahman.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku usaha sangat penting untuk mendukung kesuksesan Festival Tabut setiap tahunnya. Dengan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, festival tersebut diyakini mampu berkembang menjadi event budaya berskala nasional bahkan internasional.

Lebih lanjut, Bupati Seluma berharap Festival Tabut dapat terus menjadi magnet wisata unggulan Provinsi Bengkulu yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Dengan demikian, promosi budaya lokal dapat berjalan seiring dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pelaksanaan Festival Tabut 2026 menjadi bukti bahwa budaya daerah tetap memiliki tempat penting di tengah perkembangan zaman. Selain menjadi wadah pelestarian tradisi, festival ini juga memperkuat identitas budaya Bengkulu sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra