Skip to main content

Dinas Sosial Kota Bengkulu Gencar Tertibkan Gelandangan dan Pengemis

Dinas Sosial Kota Bengkulu Gencar Tertibkan Gelandangan dan Pengemis

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<>>>  Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu terus melakukan upaya penertiban terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng) yang berkeliaran di berbagai lokasi. Dipimpin langsung oleh Kepala Dinsos, Sahat Marulitua Situmorang, petugas turun ke jalan setiap hari untuk memberikan imbauan kepada para gepeng agar tidak lagi beraktivitas di area publik.

Salah satu titik yang menjadi perhatian utama adalah bangunan milik Pemerintah Provinsi Bengkulu yang terletak di Kelurahan Sukamerindu. Gedung tersebut kerap dijadikan tempat tinggal oleh para gelandangan yang sebagian besar berasal dari luar Kota Bengkulu. Bahkan, dalam beberapa kasus ditemukan pasangan yang belum menikah namun tinggal bersama di dalam bangunan tersebut.

"Setiap hari kami mendatangi gedung itu, dan selalu ada gelandangan yang baru. Kebanyakan dari mereka berasal dari Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kabupaten Seluma," ujar Sahat.

Saat melakukan patroli di lokasi tersebut, petugas menemukan berbagai barang bukti yang mengindikasikan adanya aktivitas yang tidak sesuai norma, seperti kaleng lem bekas pakai dan botol minuman keras. Kondisi ini semakin menguatkan dugaan bahwa gedung kosong tersebut dijadikan tempat berkumpul sekaligus tempat mengonsumsi zat berbahaya oleh para gelandangan.

Menurut Sahat, gedung tersebut dulunya pernah digunakan sebagai kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta sempat difungsikan sebagai rumah dinas pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu. Kini, bangunan itu terbengkalai dan menjadi tempat persinggahan bagi para gepeng.

Selain melakukan patroli di gedung tersebut, Dinsos juga secara rutin menyisir titik-titik lain yang sering digunakan sebagai tempat mangkal para gepeng. Salah satunya adalah kawasan Taman Smart City Simpang Lima. Namun, dalam beberapa hari terakhir, keberadaan gepeng di area tersebut sudah mulai berkurang berkat penertiban yang intensif.

Di samping melakukan patroli di area publik, petugas Dinsos juga mengawasi setiap persimpangan jalan yang kerap menjadi lokasi mengemis. Jika ditemukan pengemis yang meminta-minta kepada pengendara di lampu merah, mereka langsung diberikan imbauan agar tidak mengulangi aktivitas tersebut.

Salah satu kejadian menarik terjadi di Simpang Jam, di mana seorang pengemis yang berpura-pura menjual tisu mencoba melarikan diri saat melihat petugas Dinsos. Setelah dilakukan pengejaran, pengemis tersebut akhirnya berhasil diamankan dan didata. Hasil pendataan menunjukkan bahwa ia merupakan warga Kelurahan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Dinas Sosial Kota Bengkulu menegaskan akan terus melakukan patroli dan penertiban guna menjaga ketertiban serta kenyamanan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan uang kepada pengemis, melainkan menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi agar dapat lebih tepat sasaran.

Pewarta : Hendri pessel

Editing : Adi Saputra