TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Polisi Hutan yang jatuh pada tanggal 24 Desember, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum LHK) bersama instansi terkait menyelenggarakan serangkaian kegiatan untuk memperkokoh komitmen menjaga kelestarian alam Indonesia. Acara ini bertempat di kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Bengkulu sebagai bentuk penghargaan atas peran signifikan Polisi Hutan dalam melindungi kawasan hutan dari berbagai ancaman.
Kepala DLHK Provinsi Bengkulu, Safnizar S.Hut, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum ini menjadi pengingat untuk memperkuat integritas aparat penegak hukum dalam menjaga sumber daya alam dan mengatasi ancaman yang berpotensi merusak ekosistem serta kehidupan masyarakat sekitar.
“Polisi Hutan tidak hanya bertugas menjaga hutan, tetapi juga berperan dalam menyelamatkan keanekaragaman hayati serta mengedukasi masyarakat akan pentingnya keberlanjutan lingkungan hidup,” ujar Safnizar.
Peran dan kontribusi Polisi Hutan selama 58 tahun terakhir juga mendapat apresiasi dari Margianto, salah satu anggota Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Bukit Daun. Menurutnya, tugas berat seperti menindak pembalakan liar, menangani kebakaran hutan, hingga menyelamatkan satwa langka, telah dilaksanakan dengan penuh dedikasi. Hasil nyata dari upaya ini mencakup penyelamatan jutaan hektar hutan dan penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan lingkungan.
“Kami berharap pemerintah yang baru terpilih memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan Polisi Hutan. Dengan wilayah hutan seluas 96.000 hektar, kami memerlukan tambahan personel serta sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung tugas lapangan,” ungkap Margianto.
Dalam kesempatan tersebut, berbagai kegiatan juga digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran hutan, seperti aksi penanaman pohon, pameran produk hasil hutan, serta kampanye edukasi lingkungan. Semua ini ditujukan untuk menggugah keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan.
Peringatan ini tidak hanya sebagai refleksi dari dedikasi Polisi Hutan, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga komunitas internasional, dalam menjaga warisan alam untuk generasi mendatang.
Dengan usia yang semakin matang, Polisi Hutan diharapkan tetap menjadi ujung tombak pelindungan hutan dan sumber daya alam. Keberadaan mereka sangat krusial bagi kelangsungan ekosistem serta masa depan bangsa Indonesia yang bergantung pada kelestarian lingkungan hidup.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra