TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>> Kasus penipuan yang melibatkan orang tak dikenal (OTD) kembali terjadi di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Pelaku penipuan menggunakan berbagai modus untuk mengelabui korbannya, seperti kecelakaan palsu dan bantuan fiktif untuk rumah ibadah. Kali ini, penipuan tersebut mencatut nama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Seluma, Muhammad Saipullah, SE ST.
Muhammad Saipullah, sebagai Kepala Dinas PUPR Kabupaten Seluma, secara tegas mengimbau seluruh pemerintah desa (Pemdes) untuk lebih waspada terhadap upaya penipuan yang menggunakan namanya. Salah satu modus yang digunakan penipu adalah mengklaim adanya bantuan dari Kementerian yang akan disalurkan ke desa-desa.
"Iya, itu jelas penipuan. Saya sudah dihubungi oleh beberapa kepala desa yang menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang mengatasnamakan saya. Kami telah mengimbau kepada seluruh pemerintah desa agar tidak menanggapi pesan-pesan seperti itu," ujar Saipullah saat diwawancarai oleh Radar Seluma.
Saipullah menjelaskan bahwa penipuan ini tidak hanya menargetkan Sekretaris Desa Karang Anyar, Kecamatan Semidang Alas Maras (SAM), tetapi juga beberapa kepala desa lain di wilayah Kabupaten Seluma. Semua perangkat desa tersebut dihubungi dengan modus yang sama, yakni tawaran bantuan fiktif dari Kementerian.
Modus operandi pelaku penipuan adalah menghubungi perangkat desa dan menawarkan bantuan dari Kementerian yang seolah-olah ditujukan untuk pembangunan desa. Meski belum ada indikasi bahwa pelaku meminta uang secara langsung, tindakan mereka mencurigakan karena pelaku meminta informasi pribadi kepala desa lainnya.
"Ada juga kepala desa yang diajak bertemu pada hari libur, ini jelas mencurigakan. Apalagi jika benar ada bantuan dari Kementerian, prosesnya pasti terstruktur dan disampaikan melalui jalur resmi," tegas Saipullah.
Kepala Dinas PUPR ini menegaskan bahwa bantuan dari Kementerian akan disampaikan dengan prosedur yang jelas dan resmi. Oleh karena itu, ia meminta seluruh perangkat desa untuk tidak mudah percaya terhadap tawaran-tawaran mencurigakan, apalagi yang datang melalui pesan atau panggilan dari nomor yang tidak dikenal.
Sejalan dengan itu, pihak Dinas PUPR Kabupaten Seluma juga sudah menyampaikan imbauan kepada semua desa di Kabupaten Seluma agar lebih waspada. Selain itu, mereka juga meminta para perangkat desa untuk tidak merespons panggilan atau pesan dari nomor tak dikenal yang mengatasnamakan pejabat tertentu.
Salah satu korban penipuan yang dihubungi oleh pelaku adalah Fahren, Sekretaris Desa Karang Anyar, Kecamatan Semidang Alas Maras. Fahren bercerita bahwa ia menerima telepon dari nomor baru yang mengaku sebagai Kepala Dinas PUPR Kabupaten Seluma. Dalam percakapan tersebut, pelaku menawarkan proyek pembangunan desa dengan anggaran sebesar Rp 400 juta, yang konon berasal dari Kementerian.
"Orang itu bilang ingin memberikan bantuan proyek bangunan, katanya bantuan dari Kementerian. Saya langsung curiga karena tidak mungkin pak kadis menelepon langsung menawarkan proyek seperti itu," ujar Fahren kepada Radar Seluma.
Tidak hanya menawarkan proyek fiktif, pelaku juga meminta Fahren untuk mengisi formulir dan memberikan nomor kontak kepala desa lainnya. Alasan pelaku adalah agar desa-desa lain juga bisa mendapatkan bantuan tersebut.
"Mereka juga meminta nomor-nomor kepala desa, tetapi saya tidak memberikan. Saya sudah tahu ini modus penipuan," pungkas Fahren.
Kasus penipuan yang mencatut nama pejabat daerah ini menjadi perhatian serius di Kabupaten Seluma. Masyarakat dan pemerintah desa diharapkan tetap waspada dan selalu berhati-hati terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan pejabat atau instansi pemerintah. Penipuan dengan modus serupa dapat terjadi di mana saja, sehingga perlu adanya kewaspadaan ekstra agar tidak ada pihak yang dirugikan.
Pewarta : aMg
Editing : Adi Saputra