Skip to main content

Pelatihan Kapasitas Aparatur Desa di Bengkulu Resmi Ditutup

Pelatihan Kapasitas Aparatur Desa di Bengkulu Resmi Ditutup.Jumat(22/11)(amg - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>    Pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa dan pengurus kelembagaan desa di Provinsi Bengkulu untuk Tahun Anggaran 2024 resmi ditutup pada Jumat (22/11/2024). Penutupan berlangsung di salah satu hotel ternama di Kota Bengkulu dan dilakukan secara virtual oleh Direktur Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad P. Bolombo.

Dalam sambutannya, La Ode menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta serta pihak terkait yang telah mendukung keberhasilan acara ini. "Program ini adalah wujud kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan menciptakan aparatur desa yang lebih inovatif dan berkompeten.

La Ode juga menekankan pentingnya peran desa dalam memajukan daerah dan bangsa. “Dari desa yang maju, Indonesia dapat berkembang menjadi negara yang mandiri, sejahtera, dan bahagia,” tegasnya.

Kegiatan ini melibatkan 9 kabupaten dan 1 kota di Provinsi Bengkulu, mencakup 704 desa dengan jumlah peserta mencapai 2.200 orang. Pelatihan ini merupakan lanjutan dari program serupa yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.

Penutupan acara ditandai dengan pelepasan tanda peserta dan penyerahan sertifikat oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri. Ia didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Bengkulu, perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Bengkulu, serta narasumber.

Dalam sambutannya, Sekda Isnan Fajri menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri atas dukungannya. Menurutnya, pelatihan ini sangat penting untuk membekali aparatur desa dengan pengetahuan tata kelola pemerintahan yang baik. "Pelatihan ini bertujuan agar aparatur desa memahami tugasnya, sehingga mampu menghindari berbagai persoalan hukum," ujar Isnan.

Ia juga berharap agar para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di desa masing-masing. "Implementasikan pengetahuan ini untuk memajukan desa. Kita harus terus belajar agar mampu menyelesaikan permasalahan yang ada," pesannya.

Selain itu, Sekda Isnan menekankan pentingnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan desa dan penyusunan program kerja sesuai aturan hukum. "Harapannya, tidak ada lagi kasus yang melibatkan aparatur atau pengurus kelembagaan desa," tutupnya.

Melalui pelatihan ini, pemerintah optimis aparatur desa di Provinsi Bengkulu mampu menjalankan tugasnya dengan lebih baik, mendorong pembangunan desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pewarta    :AMG
Editor       : Adi Saputra