Skip to main content

Peningkatan Minat Baca, Kota Bengkulu Targetkan 66 TBM

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu, Muklis

TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>>   Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu berencana menambah jumlah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) pada tahun ini. Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu, Muklis, pada Jumat (24/1) melalui media center Kota Bengkulu. Saat ini, Kota Bengkulu sudah memiliki 30 TBM, dan akan ada penambahan sebanyak 36 TBM dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas), sehingga total TBM akan mencapai 66 unit.

TBM ini tersebar di seluruh kelurahan di Kota Bengkulu. Bahkan, terdapat beberapa kelurahan yang memiliki lebih dari satu TBM. Bantuan dari Perpusnas meliputi 1.000 buku berbagai judul, rak buku, dan perlengkapan mebel untuk masing-masing TBM. “Kami sudah mengusulkan penambahan TBM ini sejak tahun 2024, dan tahun ini kami mendapatkan tambahan 36 TBM dari Perpusnas. Kami berharap keberadaan TBM ini dapat meningkatkan minat baca masyarakat sehingga turut menambah wawasan dan pengetahuan mereka,” jelas Muklis.

Selain program penambahan TBM, Muklis mengungkapkan bahwa pihaknya juga mengusulkan inisiatif pojok baca untuk beberapa kelurahan. Berbeda dari TBM, pojok baca ini direncanakan hanya untuk lima kelurahan pada tahap awal. Muklis menambahkan bahwa saat ini Dinas Kearsipan dan Perpustakaan tengah melakukan survei guna menentukan kelurahan yang layak dan siap menerima fasilitas tersebut.

“Untuk pojok baca kelurahan, kami mengusulkan lima kelurahan terlebih dahulu. Saat ini, kami masih dalam proses survei untuk memilih kelurahan mana yang memenuhi syarat dan telah siap,” tambah Muklis.

Di samping itu, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bengkulu juga terus melanjutkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang sudah berjalan. Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti perpustakaan keliling (Pusling), bimbingan teknis (bimtek), sosialisasi, dan aktivitas pendukung lainnya.

Muklis berharap melalui langkah-langkah tersebut, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga mampu menjadi pusat informasi dan pemberdayaan masyarakat. Dengan penyediaan fasilitas ini, diharapkan masyarakat dapat lebih aktif memanfaatkan layanan perpustakaan, baik untuk kebutuhan pendidikan, pengembangan keterampilan, maupun aktivitas sosial lainnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Kota Bengkulu untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat. Dengan adanya tambahan TBM, pojok baca, dan pelaksanaan program inklusif lainnya, Muklis optimistis masyarakat akan semakin terdorong untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Literasi yang lebih baik dinilai penting untuk mendukung kemajuan individu maupun masyarakat secara keseluruhan.

“Kami ingin perpustakaan hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai pusat informasi dan literasi yang inklusif. Program-program yang kami jalankan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk anak-anak, remaja, hingga orang dewasa,” tutup Muklis.

Pewarta : Amg 

Editing : Adi Saputra