Skip to main content

Peringatan 100 Tahun A.A. Navis Warnai Bulan Bahasa dengan Tema "Satir dan Budaya"

Dwi Laily Sukmawati, Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, menyampaikan harapannya agar acara ini dapat meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap karya sastra Indonesia.Rabu(23/10)(Herdianson - teropongpublik.co.id )

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Bulan Bahasa tahun ini menjadi lebih istimewa dengan perayaan 100 tahun A.A. Navis, seorang sastrawan legendaris Indonesia. Acara ini digelar dengan tema “Satir dan Budaya” sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Navis dalam dunia sastra Indonesia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Isnan Fajri, secara resmi membuka Gelar Wicara Antologi Cerpen Karya A.A. Navis pada Rabu (23/10) di Ballroom Hotel Santika, Bengkulu. Dalam sambutannya, Isnan menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendalami nilai-nilai satir dan budaya yang terkandung dalam karya-karya Navis.

“Melalui acara ini, kita tidak hanya mengapresiasi karya-karya besar A.A. Navis, tetapi juga membuka ruang diskusi untuk memahami lebih dalam pesan yang ingin disampaikan. Ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan menjaga kekayaan sastra Indonesia,” ujar Isnan Fajri.

Ia menekankan pentingnya memanfaatkan momen ini sebagai ajang pertukaran gagasan dan refleksi atas makna yang terkandung dalam cerpen-cerpen Navis. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana apresiasi, tetapi juga pembelajaran yang relevan bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Dwi Laily Sukmawati, turut menyampaikan harapannya agar acara tersebut memberikan dampak positif dalam meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap karya sastra Indonesia. Ia juga mengungkapkan bahwa perubahan status Kantor Bahasa Bengkulu menjadi Balai Bahasa Provinsi Bengkulu diharapkan semakin memperkuat upaya pelestarian bahasa dan sastra di daerah tersebut.

“Dengan peningkatan status menjadi Balai Bahasa, kami berkomitmen untuk lebih aktif melestarikan bahasa dan sastra, termasuk memperkenalkan karya-karya sastrawan seperti A.A. Navis kepada masyarakat luas,” jelas Dwi Laily.

Perayaan 100 tahun A.A. Navis ini diharapkan dapat menggugah minat generasi muda untuk lebih menghargai karya sastra Indonesia dan memahami pesan-pesan sosial melalui pendekatan satir yang diusung Navis dalam karyanya. Selain itu, acara ini juga menjadi simbol penting dalam upaya memperkuat identitas budaya dan bahasa Indonesia, khususnya di Provinsi Bengkulu.

Melalui kegiatan seperti ini, Bulan Bahasa tidak hanya menjadi perayaan simbolis, tetapi juga wadah strategis dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan intelektual bangsa.

Pewarta : Herdianson

Editing : Adi Saputra