TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Provinsi Bengkulu telah lama dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi harmoni dan toleransi antar umat beragama. Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Bengkulu konsisten menjaga nilai-nilai moderasi, menciptakan suasana rukun yang bebas dari konflik.
Hal ini disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, dalam program Dialog Interaktif Bengkulu Pagi Ini di RRI Pro 1 Bengkulu, pada Selasa (7/1/2025). Dialog tersebut diadakan dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama yang ke-79, mengangkat tema "Umat Rukun Menuju Indonesia Emas".
Dalam kesempatan itu, Khairil mengapresiasi Desa Rama Agung, yang terletak di Kota Argamakmur, Kabupaten Bengkulu Utara, sebagai contoh konkret keberhasilan dalam mewujudkan kerukunan umat beragama. Desa ini ditetapkan sebagai Desa Percontohan Kerukunan Umat Beragama oleh Menteri Agama pada tahun 2018.
"Dengan keberagaman suku, etnis, dan lima agama yang hidup berdampingan secara damai, Desa Rama Agung membuktikan bahwa moderasi dan toleransi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Desa ini adalah simbol harmoni di Provinsi Bengkulu," ujar Khairil.
Dialog tersebut juga menghadirkan Kabid Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Ajamalus, serta Asisten Muda Keasistenan Pemeriksaan Laporan Ombudsman Perwakilan Bengkulu. Mereka sepakat bahwa menjaga kerukunan antar umat beragama bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga peran aktif masyarakat.
Menurut Ajamalus, harmoni umat beragama merupakan salah satu pilar utama menuju cita-cita Indonesia Emas. “Kerukunan adalah kunci untuk menghadapi tantangan bangsa. Jika umat beragama bisa hidup rukun, maka pembangunan di berbagai sektor akan berjalan dengan lancar,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan Ombudsman menyoroti pentingnya penguatan pelayanan publik yang adil dan setara sebagai salah satu upaya menjaga toleransi. “Tidak hanya aspek sosial, namun keadilan dalam pelayanan pemerintah juga memegang peranan penting. Semua pihak harus berkomitmen menjaga keberlanjutan harmoni ini,” tambahnya.
Dialog yang berlangsung interaktif ini menekankan bahwa peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama menjadi momentum untuk merefleksikan pentingnya persatuan, khususnya di tengah keberagaman Indonesia. Provinsi Bengkulu, melalui teladan Desa Rama Agung, menunjukkan bahwa hidup berdampingan secara damai bukanlah sekadar harapan, melainkan realitas yang bisa diwujudkan.
Sebagai simbol harmoni, Bengkulu berkomitmen terus menjadi inspirasi bagi daerah lain, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan masyarakat Indonesia yang damai dan sejahtera.
Pewarta: AMG
Editing: Adi Saputra