Skip to main content

Wartawan Ekonomi BI Bengkulu Ikuti Pelatihan Menembak di Curup

Puluhan wartawan ekonomi Bank Indonesia Bengkulu mengikuti pelatihan menembak di Lapangan Tembak Batalyon A Pelopor, Curup, Kabupaten Rejang Lebong, sebagai agenda penutup rangkaian kegiatan pelatihan.Kalau Anda kirim kutipan asli Kompol Thomson Sirait dan Wahyu Hidayat,

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Rangkaian kegiatan pelatihan wartawan ekonomi Bank Indonesia (BI) Bengkulu diwarnai agenda berbeda pada hari terakhir pelaksanaan. Sebanyak 58 wartawan ekonomi mengikuti kegiatan pelatihan menembak yang berlangsung di Lapangan Tembak Batalyon A Pelopor, Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda penutup dalam rangkaian pelatihan wartawan ekonomi yang diselenggarakan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu. Selain memberikan pengalaman baru kepada peserta, latihan ini juga diarahkan untuk membangun kedisiplinan, ketelitian, konsentrasi, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.

Pelaksanaan latihan mendapat pendampingan langsung dari jajaran Batalyon A Pelopor. Materi dan praktik menembak diberikan dengan mengutamakan aspek keamanan serta mengikuti arahan petugas yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Komandan Batalyon A Pelopor, Kompol Thomson Sirait, S.Sos., turut memberikan pengarahan kepada para peserta sebelum latihan dimulai. Dalam kegiatan tersebut, peserta terlebih dahulu mendapatkan penjelasan mengenai tata tertib, penggunaan senjata, teknik dasar, hingga prosedur keselamatan selama berada di area lapangan tembak.

Selain Danyon A Pelopor, kegiatan juga didampingi Kabag Ops Kompol Jumain Budiono, S.Sos., M.M., Kasi Logistik AKP Jhoner Sidabutar, serta Aili Wadi selaku Kasubsi Bekum.

Kehadiran jajaran Batalyon A Pelopor tersebut memastikan seluruh tahapan latihan berjalan sesuai ketentuan. Peserta tidak hanya diarahkan untuk memahami teknik dasar penggunaan senjata, tetapi juga dituntut mampu mengikuti setiap instruksi dengan disiplin.

Kompol Thomson Sirait dalam arahannya menekankan pentingnya keselamatan dan kedisiplinan selama mengikuti latihan. Setiap peserta diwajibkan mematuhi instruksi petugas dan tidak melakukan tindakan di luar prosedur yang telah ditetapkan.

Dari sisi Bank Indonesia, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara insan media dengan Bank Indonesia. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Hidayat, turut hadir dan memberikan perhatian terhadap rangkaian kegiatan yang diikuti para wartawan ekonomi tersebut.

Menurut Wahyu Hidayat, kegiatan bersama wartawan tidak semata-mata menjadi forum peningkatan kapasitas jurnalistik. Interaksi dalam suasana yang berbeda juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi, sinergi, dan pemahaman antara Bank Indonesia dengan media.

Sebanyak 58 wartawan ekonomi Bank Indonesia Bengkulu mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai media yang selama ini aktif meliput perkembangan ekonomi, kebijakan Bank Indonesia, serta dinamika perekonomian di Provinsi Bengkulu.

Bagi peserta, latihan menembak memberikan pengalaman yang tidak biasa dibandingkan aktivitas jurnalistik sehari-hari. Di lapangan, peserta dituntut berkonsentrasi, mendengarkan instruksi, menjaga ketenangan, serta menjalankan setiap tahapan secara terukur.

Kegiatan di Lapangan Tembak Batalyon A Pelopor tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian pelatihan wartawan ekonomi Bank Indonesia Bengkulu. Agenda ini diharapkan tidak hanya meninggalkan pengalaman baru bagi peserta, tetapi juga memperkuat hubungan kelembagaan dan komunikasi antara Bank Indonesia, media, serta berbagai pihak di daerah.

Melalui kegiatan yang dikemas secara edukatif dan interaktif, wartawan ekonomi diharapkan semakin siap menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, khususnya dalam menyampaikan informasi ekonomi kepada masyarakat secara akurat, berimbang, dan mudah dipahami.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra