TEROPONGPUBLIK.CO.ID — Yayasan PPDHTB (Pengembangan Potensi Daerah dan Humanisme Terpadu Bengkulu) Provinsi Bengkulu menyatakan dukungan kuat terhadap inisiatif pembangunan pabrik briket dari cangkang kelapa sawit oleh investor lokal maupun luar negeri. Ketua Yayasan PPDHTB Provinsi Bengkulu, Rahman Tamrin—akrab disapa Pak RT—menyebut bahwa briket berbahan dasar limbah sawit memiliki potensi besar sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis.
Menurutnya, cangkang kelapa sawit merupakan limbah hasil proses pengolahan minyak sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, cangkang tersebut mengandung nilai kalor yang cukup tinggi dan sangat cocok dijadikan bahan bakar alternatif dalam bentuk briket.
“Briket dari cangkang kelapa sawit adalah bentuk nyata pemanfaatan energi biomassa. Ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mendukung transisi energi bersih di Indonesia,” ujar Rahman Tamrin.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa penggunaan briket sawit tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, namun juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. “Dari sisi lingkungan, emisi yang dihasilkan jauh lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil. Dari sisi ekonomi, biaya produksi briket lebih murah dan bahan bakunya melimpah di Bengkulu. Ini potensi luar biasa,” tambahnya.
Yayasan PPDHTB juga menyoroti beberapa manfaat utama dari pengembangan briket cangkang sawit:
1. Ramah Lingkungan: Briket menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan batu bara, sehingga mendukung upaya penurunan emisi gas rumah kaca.
2. Ekonomis: Produksi briket relatif murah karena memanfaatkan limbah, sehingga bisa dijadikan sumber energi alternatif dengan biaya rendah.
3. Pengelolaan Limbah: Pemanfaatan limbah sawit menjadi briket mampu mengurangi pencemaran lingkungan akibat penumpukan limbah di pabrik pengolahan kelapa sawit.
Yayasan PPDHTB Provinsi Bengkulu juga menyampaikan kesiapan mereka untuk mendukung proses perizinan dan konsesi bagi investor yang ingin membangun pabrik briket di wilayah Bengkulu. Mereka siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan pihak swasta demi mewujudkan industri briket nasional yang berpusat di Bengkulu.
"Insya Allah, dengan berdirinya pabrik briket di Bengkulu, akan terbuka banyak lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), serta membawa Bengkulu menjadi pelopor energi bersih berbasis limbah sawit di Indonesia," kata Pak RT.
Ia juga berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap potensi energi alternatif ini, khususnya dalam bentuk dukungan kebijakan dan kemudahan investasi. "Kami optimis Bengkulu bisa menjadi pusat pengembangan energi briket nasional. Bahan bakunya tersedia melimpah, SDM siap, dan pasar pun sangat terbuka," pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan, Yayasan PPDHTB berharap inisiatif ini dapat segera terwujud dan membawa dampak positif jangka panjang bagi masyarakat dan pembangunan daerah.(**)