TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Kepedulian terhadap warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali ditunjukkan Bhayangkari. Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo bersama rombongan turun langsung ke Posko Bencana Alam di Desa Kebirangga, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, Rabu (26/8/2026).
Kehadiran tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74. Namun, kegiatan yang dilakukan tidak sekadar seremonial. Bhayangkari membawa misi kemanusiaan melalui penyaluran bantuan, pelayanan kesehatan, hingga perhatian terhadap kebutuhan anak-anak di lokasi pengungsian.
Setelah tiba di Desa Kebirangga, Ny. Juliati Sigit Prabowo bersama rombongan menyambangi kawasan pengungsian. Bantuan sosial kemudian diserahkan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat yang terdampak bencana.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga selama masih berada dalam masa penanganan dan pemulihan. Kondisi masyarakat pascagempa memang membutuhkan dukungan berkelanjutan, mengingat sebagian warga masih harus menjalani aktivitas dari lingkungan pengungsian.
Kunjungan Ketua Umum Bhayangkari juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi warga sekaligus memastikan pelayanan yang diberikan di posko berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya menyasar kebutuhan dasar, perhatian juga diberikan kepada anak-anak yang berada di lokasi bencana. Ny. Juliati mengunjungi tenda belajar yang menjadi ruang aktivitas anak-anak selama berada di pengungsian.
Di tempat tersebut, anak-anak mengikuti kegiatan mewarnai dan menggambar. Aktivitas sederhana itu menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang lebih positif bagi anak-anak di tengah kondisi pascabencana.
Kegiatan semacam ini dinilai penting karena anak-anak membutuhkan ruang untuk bermain, belajar, dan berinteraksi agar tidak terus larut dalam suasana traumatis akibat gempa.
Rombongan selanjutnya meninjau tenda pelayanan kesehatan yang disiapkan untuk masyarakat terdampak. Layanan tersebut mencakup poli umum, poli gigi dan mulut, serta poli anak.
Ny. Juliati juga menyempatkan diri menyapa warga dan berinteraksi dengan masyarakat yang sedang mendapatkan pelayanan. Kehadiran langsung tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada pemenuhan logistik, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan warga tetap mendapatkan perhatian.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kunjungan Ketua Umum Bhayangkari merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah melewati masa sulit setelah bencana.
“Dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-74, Ibu Ketua Umum Bhayangkari hadir langsung di tengah masyarakat terdampak gempa untuk melaksanakan bakti sosial dan bakti kesehatan,” kata Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, kehadiran Bhayangkari di lokasi bencana diharapkan dapat memberikan dukungan moril sekaligus membantu memenuhi kebutuhan warga selama proses pemulihan.
Dukungan Bhayangkari untuk korban gempa Flores bukan baru dilakukan pada kunjungan tersebut. Sebelumnya, bantuan telah dikirim secara bertahap pada 20 hingga 24 Agustus 2026.
Bantuan yang dikirim meliputi ratusan paket pakaian dan sarung, ratusan kasur, serta ratusan selimut. Selain itu, turut dikirim 20 unit genset dan lima unit panel surya sebagai dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan fasilitas penunjang selama berada di lokasi pengungsian.
Pengiriman dilakukan melalui jalur laut dan udara agar bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak dan digunakan untuk mendukung kebutuhan warga.
Trunoyudo menjelaskan, bantuan logistik tersebut merupakan bagian dari rangkaian dukungan kemanusiaan yang terus dilakukan. Kehadiran langsung di lokasi kemudian menjadi kelanjutan dari bantuan yang sebelumnya telah disalurkan.
“Bantuan yang telah disalurkan sebelumnya menjadi bagian dari upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa penanganan dan pemulihan,” ujarnya.
Dalam kunjungan itu, Ketua Umum Bhayangkari juga melihat aktivitas dapur lapangan Polri serta kondisi tenda pengungsian. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai kebutuhan masyarakat sekaligus pelayanan yang tersedia.
Trunoyudo menegaskan bahwa proses pemulihan pascabencana membutuhkan pendekatan menyeluruh. Warga tidak hanya memerlukan makanan, pakaian, tempat beristirahat, dan fasilitas dasar, tetapi juga pelayanan kesehatan serta dukungan psikologis dan sosial.
Karena itu, keterlibatan berbagai unsur dalam penanganan bencana menjadi penting agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara bertahap.
Rangkaian bakti sosial dan bakti kesehatan di Desa Kebirangga memperlihatkan bahwa peringatan HKGB ke-74 juga diisi dengan kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Polri bersama Bhayangkari berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada warga terdampak bencana. Bantuan yang diberikan diharapkan bukan hanya meringankan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menumbuhkan optimisme bagi masyarakat untuk kembali bangkit.
“Kami berharap bantuan dan pelayanan yang diberikan dapat meringankan beban warga sekaligus memberikan semangat agar masyarakat dapat segera bangkit dan melewati masa pemulihan pascagempa,” kata Trunoyudo.
Dengan menggabungkan bantuan sosial, pelayanan kesehatan, perhatian terhadap anak-anak, serta pemantauan kondisi pengungsian, Bhayangkari berupaya menghadirkan dukungan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat Flores.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan waktu dan kepedulian bersama. Kehadiran langsung di tengah warga menjadi salah satu bentuk dukungan moral agar masyarakat terdampak gempa tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi masa sulit.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra