TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Mukomuko terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respons penanganan musibah kebakaran di wilayahnya. Pasalnya, jumlah armada armada dan pos pemadam kebakaran yang ada saat ini dinilai masih sangat terbatas dan belum ideal jika dibandingkan dengan luas wilayah Kabupaten Mukomuko
Kepala Dinas Damkar Kabupaten Mukomuko, Juni Kurnia Diana, S.AP, pada Rabu,26/08/2026 mengungkapkan bahwa berdasarkan Standard Operating Procedure (SOP) dan standar pelayanan minimal, respons waktu (response time) petugas pemadam kebakaran idealnya adalah 15 menit dari sejak laporan diterima. Namun, kondisi geografis Kabupaten Mukomuko yang membentang luas dengan jarak antarkecamatan yang cukup jauh menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, Mukomuko baru memiliki 4 pos sektor, yakni Pos Sektor Ipuh, Lubuk Pinang, Penarik, dan Pos Kota Mukomuko, yang diperkuat oleh 53 personel.
"Idealnya kita memiliki minimal 15 pos sektor di 15 kecamatan agar respons waktu 15 menit bisa terpenuhi. Dengan kondisi empat pos saat ini, kita masih sangat jauh dari ideal. Sering kali saat terjadi kebakaran, rumah warga sudah telanjur lunas terbakar baru armada tiba. Ini tentu kurang memenuhi harapan masyarakat, sehingga penguatan armada dan pos sangat penting," ujar Juni Kurnia Diana.
Menanggapi kebutuhan vital tersebut, Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui usulan Disdamkar merencanakan penambahan unit armada armada baru. Pada anggaran APBD tahun 2027 mendatang, Disdamkar mengajukan penambahan mobil pemadam kebakaran (brandweer) yang nantinya akan ditempatkan di pos sektor baru1 unit di Kecamatan Pondok Suguh.
Mengenai kebutuhan anggaran, Juni menjelaskan bahwa awal usulan yang diarahkan sebesar Rp1,5 miliar. Namun, setelah dilakukan survei ke beberapa karoseri, anggaran tersebut dinilai hanya mendapatkan unit dengan kapasitas dan kualitas di bawah armada yang ada saat ini.
Atas restu Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Ketua TAPD, Disdamkar mengajukan penyesuaian anggaran menjadi Rp2,2 miliar agar mendapatkan unit armada yang sesuai standar kebutuhan lapangan.
"Damkar adalah bagian dari alat kesiapsiagaan Pemda. Mencegah tentu jauh lebih baik daripada memadamkan. Kami berharap usulan penambahan armada dan pos baru ini dapat terealisasi lancar demi memberikan pelayanan dan perlindungan maksimal bagi masyarakat Mukomuko," pungkas Kadis Damkar.
"Untuk pos di Pondok Suguh nanti akan ditempatkan di lingkungan kantor camat setempat. Selain mempermudah koordinasi dan pengawasan, penggunaan lahan kantor camat juga efisien dari segi anggaran kawasan pos," tambahnya.
Di samping pemenuhan sarana dan prasarana fisik, Disdamkar kabupaten Mukomuko juga terus gencar mengedukasi masyarakat mengenai pencegahan kebakaran. Juni menyebutkan bahwa sebagian besar musibah kebakaran di Mukomuko dipicu oleh korsleting atau hubungan pendek arus listrik, terutama saat hujan akibat adanya rembesan air ke instalasi listrik yang tidak memenuhi Standard Nasional Indonesia (SNI).Mengingat keterbatasan anggaran sosialisasi tatap muka, Ia mengungkapkan bahwa Disdamkar Mukomuko memanfaatkan saluran media sosial dan situs web resmi (damkarmukomuko.go.id, Facebook, serta TikTok) untuk menyampaikan ni imbauan kesiapsiagaan rumah tangga, penanganan kebocoran gas LPG, hingga kewaspadaan penggunaan instalasi listrik.
Damkar adalah bagian dari alat kesiapsiagaan Pemda. Mencegah tentu jauh lebih baik daripada memadamkan. Kami berharap usulan penambahan armada dan pos baru ini dapat terealisasi lancar demi memberikan pelayanan dan perlindungan maksimal bagi masyarakat Mukomuko," pungkas Kadis Damkar.
Pewarta : Mth
Editing : Adi Saputra