Skip to main content

Pemkot Bengkulu Dorong OPD Maksimalkan Media Sosial untuk Transparansi Kinerja dan Edukasi Publik

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi memberikan arahan kepada kepala OPD, camat, lurah, dan operator media sosial agar lebih kreatif memanfaatkan platform digital sebagai sarana transparansi pelayanan publik serta penyebaran informasi yang edukatif kepada masyarakat.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pemerintahan yang terbuka, transparan, dan responsif terhadap masyarakat. Salah satu langkah yang kini didorong adalah optimalisasi media sosial sebagai sarana menyampaikan informasi pembangunan, pelayanan publik, sekaligus edukasi kepada masyarakat secara lebih efektif.

Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, saat memberikan pengarahan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, serta operator atau admin media sosial di lingkungan Pemkot Bengkulu.

Dalam arahannya, Dedy menegaskan bahwa pola penyampaian informasi pemerintah harus mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, masyarakat saat ini lebih menyukai konten digital yang singkat, menarik, namun tetap memiliki pesan yang jelas dibandingkan dokumentasi kegiatan yang bersifat formal dan berdurasi panjang.

Ia meminta seluruh perangkat daerah mulai mengubah cara memproduksi konten agar lebih komunikatif dan mudah dipahami masyarakat. Video yang diunggah ke media sosial cukup berdurasi sekitar satu hingga tiga menit dengan informasi yang padat dan relevan.

"Konten yang terlalu panjang biasanya tidak ditonton sampai selesai. Buatlah video yang singkat, menarik, tetapi mampu menjelaskan inti kegiatan atau pelayanan yang dilakukan pemerintah," ujar Dedy.

Menurutnya, media sosial bukan lagi sekadar tempat mengunggah dokumentasi kegiatan seremonial, tetapi telah menjadi ruang komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Karena itu, setiap OPD harus mampu menghadirkan informasi yang bermanfaat serta membangun kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.

Selain menyoroti kualitas konten, Wali Kota juga mengingatkan agar seluruh jajaran tidak lagi menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk tidak produktif dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Ia menilai hampir seluruh OPD memiliki banyak aktivitas pelayanan yang layak dipublikasikan tanpa membutuhkan biaya besar. Mulai dari kegiatan Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), hingga pelayanan di tingkat kelurahan memiliki nilai informasi yang tinggi apabila dikemas dengan baik.

Dedy mencontohkan, lurah bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas dapat membuat konten edukasi ketika melakukan pembinaan terhadap pemilik warung atau lokasi yang diduga menjadi tempat berkumpulnya kelompok remaja yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Konten semacam itu dinilai tidak hanya menunjukkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, tetapi juga memberikan edukasi mengenai upaya menjaga keamanan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Dedy juga mengevaluasi sejumlah video yang telah diproduksi oleh beberapa OPD. Salah satunya adalah video groundbreaking pembangunan jembatan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang telah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta video penanganan kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran.

Ia memberikan apresiasi atas inovasi yang mulai diterapkan dalam produksi konten. Namun demikian, Dedy juga memberikan sejumlah masukan agar kualitas video semakin baik.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penggunaan musik latar atau backsound yang dinilai masih terlalu dominan sehingga menutupi suara narasi maupun penjelasan dari petugas di lapangan.

Menurutnya, audio merupakan unsur penting dalam penyampaian informasi. Oleh sebab itu, volume musik harus disesuaikan agar suara narasumber tetap terdengar jelas dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Selain meningkatkan kualitas konten, Pemkot Bengkulu juga tengah menyiapkan langkah untuk memberikan motivasi kepada para operator media sosial di setiap OPD. Pemerintah berencana mengadakan penilaian terhadap operator media sosial terbaik yang akan diumumkan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang.

Operator dengan kinerja terbaik akan memperoleh penghargaan langsung dari Wali Kota sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan kontribusi mereka dalam membangun citra positif pemerintah daerah melalui media digital.

Di akhir arahannya, Dedy mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar selalu menjaga etika dalam menggunakan media sosial, baik melalui akun pribadi maupun akun resmi instansi.

Ia menegaskan bahwa ASN harus mampu menjadi teladan dalam bermedia sosial dengan menyampaikan informasi yang positif, edukatif, dan tidak memicu polemik di ruang publik. Aparatur juga diminta tidak mengunggah konten yang dapat mencoreng citra pemerintah ataupun menunjukkan sikap yang tidak mencerminkan profesionalisme sebagai pelayan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, seluruh OPD, kecamatan, dan kelurahan di Kota Bengkulu diwajibkan mempublikasikan sedikitnya tiga konten kegiatan setiap pekan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi pemerintahan, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, sekaligus memperlihatkan secara nyata berbagai pelayanan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Bengkulu.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra