TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Delegasi dari Kota Bengkulu berhasil mencuri perhatian penonton dalam gelaran Pentas Budaya yang dilangsungkan di Taman Budaya Giwangan, Kota Yogyakarta, pada Kamis malam (7/8/2025). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-11 yang diikuti oleh berbagai kota dari seluruh penjuru Indonesia.
Penampilan putra-putri terbaik Kota Bengkulu dalam acara budaya tahunan tersebut menjadi salah satu momen yang paling ditunggu malam itu. Tampil sekitar pukul 21.00 WIB, delegasi Bengkulu langsung menyita perhatian ribuan pasang mata yang hadir di lokasi. Mereka membawakan Tari Merah Putih , yang dipadukan dengan alunan khas alat musik tradisional dol — sebuah warisan budaya yang sangat melekat dengan identitas masyarakat Bengkulu.
Dengan kostum bernuansa merah putih yang mencolok dan gerakan tari yang energik namun anggun, para penari Bengkulu menunjukkan kepiawaian mereka di atas panggung. Sorak sorai penonton pun pecah sesaat setelah tabuhan dol mulai menggema dan para penari memasuki panggung utama.
Bunyi dol yang ritmis serta semangat nasionalisme yang terkandung dalam Tari Merah Putih seolah membangkitkan semangat persatuan di tengah keberagaman budaya Nusantara. Tak heran bila banyak penonton terlihat antusias mendokumentasikan momen tersebut dengan kamera ponsel mereka.
Salah satu penonton, Sunarti (24), warga asal Kota Yogyakarta yang juga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), mengaku sangat terkesan dengan penampilan delegasi Bengkulu.
“Luar biasa, tariannya sangat menarik dan menghibur. Saya baru pertama kali melihat langsung penampilan tarian dari Bengkulu, dan ternyata bagus sekali. Kapan-kapan saya ingin berkunjung ke Kota Bengkulu,” ujarnya penuh antusias.
Penampilan seni ini bukan hanya bentuk hiburan semata, tetapi juga bagian dari diplomasi budaya yang mengangkat potensi lokal daerah. Kehadiran Kota Bengkulu dalam JKPI ke-XI ini menjadi bukti bahwa daerah tersebut tidak hanya kaya akan warisan sejarah, tetapi juga memiliki kekayaan seni dan budaya yang patut diperkenalkan ke kancah nasional.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bengkulu, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan kebanggaannya atas antusiasme masyarakat terhadap penampilan delegasi dari daerahnya.
“Kami merasa sangat bangga melihat bagaimana masyarakat dari berbagai daerah begitu menghargai dan menikmati penampilan seni dari Bengkulu. Ini membuktikan bahwa budaya lokal kita bisa diterima luas, bahkan menjadi daya tarik tersendiri di tingkat nasional,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa partisipasi dalam JKPI ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam memperkuat identitas budaya dan memperluas promosi wisata daerah. Menurutnya, keberhasilan tim tari malam itu akan menjadi pemacu semangat untuk terus melestarikan budaya Bengkulu, khususnya bagi generasi muda.
“Kami ingin anak-anak muda Bengkulu terus mencintai dan melestarikan budayanya. Melalui ajang seperti JKPI ini, mereka bisa tampil di panggung nasional dan menunjukkan kepada dunia bahwa Bengkulu memiliki kekayaan seni yang luar biasa,” tambahnya.
Acara Pentas Budaya JKPI ke-XI ini sendiri menjadi wadah pertukaran budaya antarkota pusaka di Indonesia, di mana setiap kota diberi kesempatan untuk menampilkan kekayaan tradisinya masing-masing. Selain pertunjukan tari, rangkaian kegiatan JKPI juga meliputi pameran budaya, diskusi warisan sejarah, serta forum kerja sama antar pemerintah daerah.
Dengan suksesnya penampilan Kota Bengkulu pada malam itu, diharapkan kunjungan wisatawan ke provinsi tersebut akan meningkat, sekaligus menjadi ajang promosi efektif terhadap keunikan dan kekayaan budaya Bengkulu di mata publik nasional.
Pewarta : Amg
Editing : Adi Saputra