Skip to main content

Penerbangan Bengkulu–Enggano Jadi 4 Kali Seminggu Mulai 4 Agustus 2025, Gubernur: Percepat Pembangunan Daerah Terluar

Penerbangan Bengkulu–Enggano Jadi 4 Kali Seminggu Mulai 4 Agustus 2025, Gubernur: Percepat Pembangunan Daerah Terluar

TEROPONGPUBLIK.CO   <<>>>  Pemerintah Provinsi Bengkulu terus berkomitmen membuka keterisolasian wilayah terluar, termasuk Pulau Enggano. Sebagai bentuk nyata dari komitmen tersebut, penerbangan rute Bengkulu–Enggano yang sebelumnya hanya dua kali seminggu, kini akan beroperasi empat kali dalam sepekan, dimulai pada tanggal 4 Agustus 2025.

Penambahan frekuensi penerbangan ini dilaksanakan oleh maskapai Susi Air, menyusul rampungnya proses adendum dengan Kementerian Perhubungan. Jadwal penerbangan baru ditetapkan setiap hari Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu. Masyarakat sudah dapat melakukan pemesanan tiket penerbangan mulai Selasa, 30 Juli 2025, melalui aplikasi dan situs resmi Traveloka.

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyambut baik penambahan jadwal penerbangan ini. Menurutnya, konektivitas udara yang lebih intensif akan berdampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Pulau Enggano serta mendorong percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

"Insya Allah, dengan penerbangan empat kali seminggu akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat dan mendorong percepatan pembangunan di Pulau Enggano," ujar Helmi Hasan usai mengikuti rapat koordinasi, Rabu (30/7/2025).

Helmi menambahkan, Enggano merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang memiliki potensi besar di sektor pariwisata, perikanan, serta pertanian. Namun, selama ini perkembangan pulau tersebut terkendala oleh terbatasnya akses transportasi. Ia berharap, ke depan, dengan semakin terbukanya akses, investor dan berbagai program pembangunan dapat lebih mudah masuk ke Enggano.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Bhenika Gunung Sitoli, Joko, mengungkapkan bahwa penambahan jadwal penerbangan Bengkulu–Enggano ini merupakan hasil realokasi rute penerbangan dari wilayah lain yang kurang efektif.

“Penambahannya dua kali pulang-pergi dalam seminggu, ditambah dua penerbangan yang sudah ada sebelumnya. Jadi total penerbangan ke Enggano menjadi empat kali seminggu hingga akhir tahun ini,” jelas Joko.

Ia menjelaskan bahwa pengalihan jadwal tersebut berasal dari rute penerbangan Wai Kanan (Lampung)–Palembang yang dinilai kurang optimal secara jumlah penumpang. Dengan demikian, sumber daya operasional yang sebelumnya digunakan untuk rute tersebut dialihkan untuk memperkuat jalur penerbangan menuju Enggano.

Penambahan frekuensi penerbangan ini diyakini akan memberikan dampak signifikan bagi aktivitas sosial, ekonomi, dan pelayanan publik di Enggano. Selama ini, masyarakat Enggano kerap mengalami kendala dalam hal distribusi logistik, keperluan darurat medis, dan akses ke layanan pemerintahan akibat terbatasnya jadwal penerbangan maupun jalur laut yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Salah satu tokoh masyarakat Enggano, Irwan Sigar, menyambut baik langkah ini. Ia berharap pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas rute ini agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal oleh warga.

“Kami sangat senang dengan penambahan penerbangan ini. Selain mempercepat akses ke daratan utama, hal ini juga sangat penting bagi pelajar, tenaga kesehatan, dan petugas pemerintah yang bertugas di sini,” ujarnya.

Irwan juga menyebutkan, dalam jangka panjang, keberlanjutan konektivitas harus disertai dengan peningkatan infrastruktur pendukung seperti pelabuhan, dermaga udara, dan jaringan komunikasi agar pembangunan Pulau Enggano dapat berjalan lebih optimal.

Langkah ini sejalan dengan agenda nasional untuk memperkuat wilayah perbatasan dan daerah terluar melalui konektivitas transportasi. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan terus mendorong penyediaan layanan transportasi udara perintis sebagai solusi terhadap tantangan geografis wilayah kepulauan Indonesia.

Akses Lebih Mudah, Ekonomi Lokal Diharapkan Tumbuh

Dengan peningkatan frekuensi penerbangan ini, sektor ekonomi lokal Enggano pun diharapkan turut terdongkrak. Distribusi hasil bumi dan produk perikanan dari Enggano ke Kota Bengkulu menjadi lebih cepat dan efisien. Demikian pula sebaliknya, pengiriman bahan pangan, logistik, dan barang kebutuhan pokok ke pulau tersebut bisa lebih rutin dan terencana.

Selain itu, sektor pariwisata juga diproyeksikan mengalami kemajuan. Dengan keindahan alam yang masih alami serta potensi wisata bahari yang belum tergarap secara maksimal, Enggano memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan di Provinsi Bengkulu.

Pemerintah Provinsi Bengkulu menyatakan akan terus mengawal program percepatan pembangunan di Enggano, termasuk menjamin keberlanjutan rute penerbangan ini agar tidak hanya bersifat sementara. Dengan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, daerah, serta masyarakat, diharapkan kesejahteraan dan pembangunan Pulau Enggano dapat terus ditingkatkan.

Pewarta  : Amg

Editing : Adi Saputra