Skip to main content

Wali Kota Bengkulu Luncurkan Program “Ayo PUBER”, Khitanan Gratis Jadi Sorotan Pelayanan Kesehatan

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi meresmikan program “Ayo PUBER” di Puskesmas Telaga Dewa. Program ini menghadirkan layanan kesehatan bergerak dan khitanan gratis bagi masyarakat.

 


TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Pemerintah Kota Bengkulu terus memperkuat akses layanan kesehatan melalui inovasi terbaru bertajuk “Ayo PUBER” atau Puskesmas Bergerak. Program ini resmi diluncurkan oleh Wali Kota Dedy Wahyudi di UPTD Puskesmas Telaga Dewa pada Senin (20/4/2026). Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelayanan khitanan gratis yang disambut antusias oleh masyarakat.

Peluncuran program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada warga. Tidak hanya bersifat seremonial, kegiatan ini langsung memberikan manfaat nyata, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan layanan medis tanpa biaya tambahan.

Dalam sambutannya, Dedy Wahyudi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosial tersebut. Ia menilai program khitanan gratis sebagai bagian penting dari upaya pemerintah dalam menjamin pemerataan akses kesehatan.

“Program ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi. Kita ingin memastikan bahwa pelayanan kesehatan bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ujar Dedy.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program “Ayo PUBER” bukan sekadar inovasi, tetapi juga komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan yang proaktif dan responsif terhadap kebutuhan warga. Dengan konsep puskesmas bergerak, layanan kesehatan diharapkan mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah yang sulit diakses.

Sebagai bentuk kepedulian, Wali Kota juga menyerahkan bantuan berupa bingkisan kepada peserta khitanan secara simbolis. Momen tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak yang mengikuti program tersebut.

Tidak hanya itu, Dedy juga melakukan peninjauan langsung terhadap proses pelaksanaan khitanan gratis. Ia memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar medis serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para peserta. Selain itu, ia turut mengevaluasi kondisi fasilitas kesehatan yang tersedia di Puskesmas Telaga Dewa.

Menurutnya, Puskesmas Telaga Dewa merupakan salah satu fasilitas kesehatan dengan tingkat kunjungan pasien yang cukup tinggi di Kota Bengkulu. Hal ini menjadikan kualitas pelayanan dan kesiapan fasilitas menjadi aspek yang sangat penting untuk terus ditingkatkan.

“Secara umum kondisi puskesmas ini sudah baik. Memang ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, namun tidak bersifat krusial. Kita akan terus lakukan pembenahan secara bertahap,” jelasnya.

Dedy juga menekankan pentingnya profesionalisme tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kepuasan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan.

“Jangan sampai masyarakat merasa kecewa. Berikan pelayanan terbaik dengan penuh tanggung jawab dan empati,” tegasnya.

Program “Ayo PUBER” diharapkan mampu menjadi solusi inovatif dalam mengatasi berbagai kendala akses kesehatan di daerah. Dengan pendekatan jemput bola, layanan kesehatan tidak lagi bersifat pasif, melainkan aktif mendatangi masyarakat yang membutuhkan.

Ke depan, Pemerintah Kota Bengkulu berkomitmen untuk terus mengembangkan program serupa dengan cakupan yang lebih luas. Sinergi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui langkah ini, Kota Bengkulu menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat peran pelayanan publik yang humanis dan merata.

Pewarta: Amg

Editing: Adi Saputra