Skip to main content

PKDI Blitar Tegaskan Komitmen Perkuat Desa Lewat Kepemimpinan Baru 2025–2029

PKDI Blitar Tegaskan Komitmen Perkuat Desa Lewat Kepemimpinan Baru 2025–2029

TEROPONGPUBLIK.CO.ID – Organisasi kepala desa terbesar di Kabupaten Blitar, Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI), resmi mengukuhkan kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk masa bakti 2025–2029. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Pendopo Sasana Adi Praja, Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Kecamatan Kanigoro, Rabu (7/5/2025).

Acara yang dihadiri ratusan kepala desa dari 22 kecamatan di Kabupaten Blitar itu turut dihadiri oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat daerah, serta tokoh masyarakat. Dalam momen bersejarah ini, Rudi Puryono, Kepala Desa Karanggondang, secara resmi dilantik sebagai Ketua DPC PKDI Kabupaten Blitar menggantikan kepengurusan sebelumnya.

Dalam pidato pelantikannya, Rudi menegaskan bahwa PKDI hadir bukan hanya sebagai forum silaturahmi antar kepala desa, tetapi sebagai kekuatan kolektif yang bertujuan memperjuangkan kesejahteraan desa dan memperkuat posisi strategis kepala desa dalam pembangunan nasional.

"Kami hadir bukan untuk memukul, tetapi untuk merangkul. PKDI adalah rumah besar bagi kita semua untuk mempererat solidaritas, membangun sinergi, dan menggerakkan potensi desa agar lebih berdaya saing. Ini bukan sekadar organisasi, ini adalah gerakan kolektif,” tegas Rudi di hadapan para undangan.

Lebih lanjut, ia mengajak kepala desa yang belum bergabung untuk bersatu di bawah panji PKDI demi membangun kekuatan bersama. Menurutnya, loyalitas dan solidaritas anggota merupakan fondasi utama dalam memperjuangkan kepentingan desa.

Dukungan terhadap kepengurusan baru PKDI juga datang dari Ketua DPD PKDI Jawa Timur, Syaifullah Mahdi. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat. Ia meyakini bahwa kepala desa harus dilibatkan sebagai mitra strategis dalam setiap agenda pembangunan.

"Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Kepala desa harus menjadi bagian dari solusi, bukan hanya pelaksana. Sinergi adalah kunci keberhasilan pembangunan yang merata dan berkeadilan,” ujar Syaifullah.

Momen pengukuhan ini juga menunjukkan kekompakan yang kuat dari para kepala desa di Blitar, meskipun Kecamatan Wonodadi tercatat tidak mengirimkan perwakilan. Namun, hal tersebut tidak mengurangi soliditas PKDI sebagai organisasi dengan basis keanggotaan terluas di Kabupaten Blitar.

Wakil Ketua DPC PKDI Blitar, Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono atau yang akrab disapa Bagas, menambahkan bahwa PKDI bukan hanya tempat berhimpun, tetapi juga ruang strategis untuk berbagi gagasan dan menyatukan langkah. Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan dana desa yang transparan dan tepat sasaran agar pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat desa.

"PKDI ini bukan ruang kosong. Kita ingin kepala desa menjadi pelaku utama dalam proses transformasi pemerintahan desa. Satu komando, satu visi, sampai akhir,” ujarnya penuh semangat.

Pemerintah Kabupaten Blitar pun memberikan respon positif. Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Izul Mahrom, yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap peran strategis PKDI. Ia menekankan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks, terutama dalam menyambut implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 terkait pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

"PKDI harus siap menjadi ujung tombak dalam gerakan ekonomi desa berbasis koperasi. Ini bukan sekadar kebijakan, tapi strategi nasional. SDM desa harus disiapkan agar adaptif, profesional, dan mampu bersaing,” ungkap Izul.

Pengukuhan pengurus baru PKDI Kabupaten Blitar 2025–2029 ini menjadi tonggak penting dalam sejarah gerakan kepala desa di Blitar. Dengan semangat kebersamaan dan tekad kolektif yang kuat, PKDI diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan desa yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Pewarta: Agus Faisal 
Editing: Adi Saputra