Skip to main content

Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi Nyaman, Pak Pandi Akhirnya Bernapas Lega

Rumah Tak Layak Huni Disulap Jadi Nyaman, Pak Pandi Akhirnya Bernapas Lega

TEROPONGPUBLIK.CO.ID  <<<>>>  Senyum haru terlihat jelas di wajah Pak Pandi, seorang warga Kelurahan Pematang Gubernur, Kota Bengkulu. Setelah sekian lama hidup dalam kondisi memprihatinkan, kini ia bersama keluarganya akhirnya dapat menempati rumah yang lebih layak, sehat, dan aman untuk dihuni.

Sebelumnya, Pak Pandi harus menjalani hari-harinya di sebuah bangunan sederhana yang jauh dari kata layak. Bahkan, rumah yang ditempatinya berdampingan langsung dengan kandang ayam, kondisi yang tentu tidak ideal bagi kesehatan maupun kenyamanan keluarga.

Kini situasi itu berubah total. Melalui program bedah rumah yang digagas secara bersama oleh Pemerintah Kota Bengkulu, Kepolisian Daerah Bengkulu, dan Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Provinsi Bengkulu, Pak Pandi akhirnya memiliki hunian baru yang jauh lebih manusiawi.

Peresmian rumah tersebut dilakukan secara langsung oleh Kapolda Bengkulu, Mardiyono, yang hadir bersama jajaran pemerintah daerah dan sejumlah pihak terkait. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapannya agar rumah baru tersebut benar-benar memberikan dampak positif bagi kehidupan keluarga Pak Pandi.

Menurutnya, program bedah rumah ini merupakan wujud kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang masih hidup dalam keterbatasan, khususnya mereka yang tinggal di hunian tidak layak.

Ia mengatakan bahwa rumah yang kini ditempati Pak Pandi merupakan salah satu hasil nyata dari sinergi berbagai pihak. Program tersebut bahkan telah menghasilkan puluhan rumah layak huni bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Harapannya tentu rumah ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Pak Pandi dan keluarga. Jika sebelumnya tinggal di rumah yang tidak layak, kini Alhamdulillah sudah bisa menempati rumah yang lebih sehat dan nyaman berkat kerja sama berbagai pihak,” ungkapnya.

Apresiasi juga datang dari Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan rumah tersebut berawal dari komunikasi dan diskusi bersama Kapolda Bengkulu serta pihak REI yang menaruh perhatian terhadap kondisi masyarakat kurang mampu.

Dedy menuturkan bahwa ketika mengetahui kondisi rumah Pak Pandi yang memprihatinkan, pihaknya langsung berkoordinasi agar bantuan bisa segera direalisasikan. Bahkan, target pembangunan rumah baru itu dipercepat agar dapat selesai sebelum bulan Ramadan.

“Waktu itu kami berbincang dengan Pak Kapolda dan Ketua REI tentang warga yang membutuhkan bantuan. Kami sepakat rumah ini harus selesai sebelum Ramadan agar keluarga Pak Pandi bisa segera menempatinya. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” kata Dedy.

Dalam proses pembangunan rumah tersebut, REI Bengkulu juga berperan penting, khususnya dalam memastikan pembangunan fisik rumah sesuai dengan standar hunian yang layak.

Ketua DPD REI Bengkulu, Syamsu Ihwan, menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung program sosial seperti ini. Menurutnya, keterlibatan sektor swasta dalam kegiatan kemanusiaan menjadi bagian penting dalam membantu pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Kapolda Bengkulu dan Wali Kota Bengkulu atas komitmen serta kepedulian mereka dalam mendorong program bedah rumah bagi warga kurang mampu.

Syamsu menjelaskan bahwa sumber pendanaan pembangunan rumah tersebut berasal dari donasi sukarela yang dihimpun dari seluruh personel Polda Bengkulu. Setiap anggota menyisihkan sebagian kecil rezekinya, yakni sekitar Rp2.000, yang kemudian dikumpulkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Meskipun nominal yang disumbangkan terbilang kecil, namun karena dilakukan secara bersama-sama oleh banyak personel, dana yang terkumpul mampu memberikan manfaat besar bagi warga.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam membantu masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Di tengah suasana peresmian rumah baru tersebut, rasa haru juga dirasakan langsung oleh Pak Pandi. Ia mengaku tidak pernah membayangkan bisa memiliki rumah yang lebih layak dalam waktu yang relatif singkat.

Dengan suara yang bergetar, ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu keluarganya.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolda, Bapak Wali Kota, serta Ketua REI yang telah peduli kepada masyarakat kecil seperti kami. Semoga mereka semua selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas,” ucapnya.

Prosesi peresmian rumah ditandai dengan penyerahan kunci secara simbolis serta pemotongan pita di depan rumah baru Pak Pandi. Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan pembagian paket sembako kepada sejumlah warga di sekitar lokasi.

Program bedah rumah ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian dan sektor swasta berharap kolaborasi serupa dapat terus dilanjutkan guna membantu lebih banyak warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni di Kota Bengkulu.

Dengan kerja sama berbagai pihak, upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan merata. Rumah layak huni bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi terciptanya kehidupan yang lebih sehat, aman, dan bermartabat.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra