Skip to main content

Wakil Wali Kota Ronny: Kota Bengkulu Berpeluang Jadi Destinasi Wisata Unggulan Seperti Jogja

Wakil Wali Kota Ronny: Kota Bengkulu Berpeluang Jadi Destinasi Wisata Unggulan Seperti Jogja

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<>>>   Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, menyatakan bahwa Kota Bengkulu memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia, sejajar dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Meski memiliki karakteristik yang berbeda, keduanya sama-sama kaya akan daya tarik wisata.

Menurut Ronny, Kota Bengkulu dikenal dengan panorama alamnya yang memukau serta nilai-nilai sejarah yang kuat. Beberapa objek wisata unggulan yang telah menjadi ikon kota ini antara lain Pantai Panjang, Benteng Marlborough, serta Rumah Pengasingan Bung Karno. Keberagaman inilah yang menjadi keunggulan wisata Bengkulu.

"Jogja dan Bengkulu punya pesonanya masing-masing. Jogja unggul dengan budaya dan keramahan warganya, sementara Bengkulu kaya akan keindahan alam dan sejarah. Tapi keduanya punya peluang yang sama untuk menjadi destinasi wisata unggulan," ungkap Ronny saat ditemui, Rabu (16/7/2025).

Meski demikian, Ronny tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi Kota Bengkulu dalam pengembangan sektor pariwisata. Salah satu persoalan krusial adalah kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya pelaku usaha wisata dan masyarakat sekitar lokasi wisata.

“Yang membedakan kita dengan Jogja salah satunya adalah SDM. Di sana, masyarakat dikenal ramah dan siap membantu wisatawan tanpa pamrih. Itu menjadi daya tarik tersendiri. Nah, ini yang masih harus kita benahi di Bengkulu,” jelasnya.

Ronny menyoroti adanya sejumlah oknum pedagang di kawasan wisata yang justru mencoreng citra pariwisata Bengkulu. Beberapa wisatawan mengaku mendapat perlakuan kurang menyenangkan, seperti dipaksa membeli dagangan saat hanya ingin duduk santai menikmati pemandangan, hingga keluhan soal harga makanan dan minuman yang tidak wajar.

Kondisi ini paling sering dikeluhkan wisatawan yang datang ke Pantai Panjang—lokasi wisata favorit di kota tersebut. Ronny mengungkapkan, pemerintah telah menerima banyak aduan dari masyarakat dan wisatawan terkait perilaku sejumlah pedagang yang dianggap kurang etis.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Bengkulu mengambil langkah cepat dengan melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha di kawasan Pantai Panjang. Mereka diminta lebih ramah kepada pengunjung, tidak bersikap memaksa, serta menetapkan harga yang logis dan transparan.

“Kita minta para pedagang lebih profesional, sambut tamu dengan senyum, layani dengan sopan, dan jangan patok harga seenaknya. Kalau Jogja bisa ramah, kenapa kita tidak bisa?” tegas Ronny.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan wisata yang nyaman dan menyenangkan. Dengan SDM yang unggul, ia optimis pariwisata Bengkulu bisa bersaing dengan kota-kota besar lainnya.

“Kalau semua berubah, bukan tidak mungkin Bengkulu bisa melampaui Jogja. Kita ingin wisatawan yang datang ke Bengkulu merasa betah, dan ketika pulang mereka membawa kesan yang mendalam. Tiga hari di sini rasanya tidak cukup,” tambahnya.

Ronny berharap pembenahan sektor pariwisata ini dapat berdampak luas, termasuk dalam peningkatan perekonomian daerah. Ia menilai, sektor pariwisata memiliki efek domino yang besar terhadap pertumbuhan UMKM, peningkatan PAD, serta pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Kita bergerak bersama, tidak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat dan stakeholder lainnya. Dengan komitmen bersama, saya yakin Bengkulu bisa jadi salah satu kota wisata paling berkesan di Indonesia,” pungkas Ronny.

Pemerintah Kota Bengkulu kini tengah gencar mempromosikan potensi wisata melalui berbagai platform digital serta menjalin kerja sama dengan pelaku industri pariwisata. Harapannya, seiring dengan peningkatan pelayanan dan perbaikan kualitas SDM, citra Bengkulu sebagai kota wisata akan semakin kuat dan dikenal luas di kancah nasional bahkan internasional.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra