Skip to main content

DLH Kota Bengkulu Dorong Kolaborasi OPD Tingkatkan Indeks Kualitas Lingkungan dan Target Adipura

DLH Kota Bengkulu mengajak seluruh OPD, camat, dan lurah memperkuat kolaborasi guna meningkatkan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dari 40,88 menjadi 65 serta meraih Adipura.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Kepala DLH Kota Bengkulu, Anshar Amin, mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga lurah untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mencapai target peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).

Ajakan tersebut disampaikan sebagai respons atas masih rendahnya capaian indeks lingkungan yang saat ini berada di angka 40,88. Pemerintah kota pun menargetkan lonjakan signifikan hingga mencapai angka 65 dalam waktu ke depan, sekaligus membuka peluang meraih penghargaan Adipura sebagai simbol keberhasilan pengelolaan lingkungan perkotaan.

Menurut Anshar, perbaikan kualitas lingkungan tidak bisa hanya dibebankan pada satu sektor saja. Ia menegaskan bahwa keberhasilan peningkatan indeks lingkungan merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen pemerintahan, mulai dari tingkat kota hingga ke kelurahan.

“Perlu ada kolaborasi nyata dari seluruh OPD, camat, dan lurah. Lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya DLH,” ujar Anshar dalam arahannya.

Sebagai langkah konkret, DLH Kota Bengkulu dalam waktu dekat akan mendistribusikan data dan rencana aksi yang harus diisi serta ditindaklanjuti oleh masing-masing instansi. Data tersebut akan menjadi acuan dalam pelaksanaan program berbasis lingkungan yang terukur dan terintegrasi.

Rencana aksi itu mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan sampah, peningkatan ruang terbuka hijau, pengendalian pencemaran, hingga edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Setiap OPD diharapkan tidak hanya menjalankan program administratif, tetapi juga berperan aktif dalam implementasi di lapangan.

Anshar juga menekankan bahwa peran camat dan lurah sangat vital karena mereka berada di garis terdepan dalam berinteraksi langsung dengan masyarakat. Keberhasilan program lingkungan, menurutnya, sangat bergantung pada sejauh mana aparat wilayah mampu menggerakkan partisipasi warga.

“Camat dan lurah adalah ujung tombak. Mereka yang paling dekat dengan masyarakat, sehingga memiliki peran strategis dalam mengedukasi dan menggerakkan kesadaran lingkungan,” jelasnya.

Optimisme pun disampaikan oleh DLH Kota Bengkulu terkait pencapaian target yang telah ditetapkan. Dengan dukungan penuh dari seluruh jajaran pemerintahan serta kerja sama lintas sektor, Anshar yakin angka indeks kualitas lingkungan dapat meningkat secara signifikan.

Tidak hanya itu, pencapaian target tersebut juga diharapkan mampu membawa Kota Bengkulu kembali bersaing dalam penilaian Adipura. Penghargaan ini menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan kota dalam menjaga kebersihan, keindahan, dan kelestarian lingkungan.

Namun demikian, Anshar mengingatkan bahwa target tersebut tidak akan tercapai tanpa komitmen kuat dan kerja nyata di lapangan. Ia meminta seluruh pihak untuk tidak hanya fokus pada target angka, tetapi juga pada perubahan perilaku dan sistem pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Kami optimis seluruh OPD, camat, dan lurah dapat bekerja sama dengan baik. Dengan komitmen yang kuat, target indeks 65 bukan hal yang mustahil untuk dicapai, bahkan kita bisa kembali meraih Adipura,” tegasnya.

Langkah kolaboratif ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bengkulu dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. Dengan sinergi yang kuat antarinstansi serta dukungan masyarakat, harapan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Kota Bengkulu kini semakin terbuka lebar.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra