Skip to main content

Pemkot Bengkulu dan BPS Perkuat Program Kelurahan Cantik 2026 untuk Dukung Data Nasional

Pemkot Bengkulu bersama BPS menggelar sosialisasi Program Kelurahan Cantik 2026 dengan fokus DTSEN dan Sensus Ekonomi guna meningkatkan kualitas data pembangunan daerah.

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<>>>  Pemerintah Kota Bengkulu berkolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar sosialisasi Program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema penguatan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas data pembangunan.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Asisten I Setda Kota Bengkulu Alex Periansyah, Kepala BPS Kota Bengkulu Iin Inayati, serta perwakilan BPS Provinsi Bengkulu. Turut hadir pula para camat dan lurah dari seluruh wilayah Kota Bengkulu.

Dalam pemaparannya, Iin Inayati menyampaikan bahwa pada tahun 2026 terdapat tiga kelurahan yang ditunjuk untuk mengikuti lomba Program Kelurahan Cantik, yaitu Kelurahan Rawa Makmur, Malabero, dan Jalan Gedang. Ketiga wilayah tersebut akan mendapatkan pembinaan intensif dari tim BPS Kota Bengkulu selama proses penilaian berlangsung.

Ia menjelaskan, program ini akan berjalan selama empat bulan, dimulai sejak April hingga Juli 2026. Setelah itu, tahap evaluasi dan penilaian akan dilaksanakan pada Agustus 2026. Diharapkan, ketiga kelurahan tersebut mampu menunjukkan kinerja terbaik dan berpeluang bersaing hingga tingkat nasional.

“Pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan agar kelurahan mampu mengelola data statistik dengan baik. Harapan kami, mereka tidak hanya unggul dalam lomba, tetapi juga mampu menerapkan pengelolaan data yang berkelanjutan,” ujar Iin.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa Program Kelurahan Cantik telah digagas oleh BPS sejak 2021 dan terus dilaksanakan setiap tahun dengan fokus yang berbeda. Pada tahun ini, perhatian utama diarahkan pada integrasi DTSEN serta pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang memiliki cakupan luas.

Menurutnya, sensus ekonomi merupakan kegiatan strategis berskala nasional yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen pemerintah daerah. Selain mendata aktivitas usaha, baik perusahaan maupun UMKM, sensus ini juga mengumpulkan berbagai indikator sosial ekonomi yang sangat penting dalam pemutakhiran data nasional.

“Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah menegaskan bahwa keberadaan data yang akurat dan berkualitas menjadi faktor utama dalam menentukan arah pembangunan daerah. Ia menyampaikan apresiasi kepada BPS atas pendampingan yang selama ini diberikan kepada pemerintah kota dalam meningkatkan tata kelola data.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPS Kota Bengkulu yang telah membantu meningkatkan kualitas pengelolaan data di daerah. Ini menjadi bagian penting dalam mendukung perencanaan pembangunan yang lebih efektif,” ungkap Medy.

Ia juga mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga perangkat RT dan RW untuk berperan aktif dalam pengumpulan serta pengelolaan data. Menurutnya, kesadaran kolektif dalam mengelola data akan berdampak besar terhadap keberhasilan pembangunan.

“Data yang akurat adalah fondasi utama dalam merancang program pembangunan yang tepat sasaran. Oleh karena itu, semua pihak harus terlibat aktif dan tidak menganggap remeh proses pendataan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Medy juga secara resmi mengukuhkan tiga agen statistik yang berasal dari Kelurahan Rawa Makmur, Malabero, dan Jalan Gedang. Pengukuhan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat peran sumber daya manusia di tingkat kelurahan dalam mengelola dan menyajikan data statistik.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan semakin memahami pentingnya data statistik dalam pembangunan. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu mendorong implementasi kebijakan Satu Data Indonesia secara optimal di Kota Bengkulu.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan BPS, kualitas data di tingkat kelurahan diharapkan semakin meningkat, sehingga mampu mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Pewarta : Amg

Editing : Adi Saputra