TEROPONGPUBLIK.CO.ID - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, masyarakat Bengkulu mendapatkan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pokok melalui program Gerakan Pangan Murah yang digelar TVRI Bengkulu. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor TVRI Bengkulu pada Rabu (11/3) dan mendapat sambutan antusias dari warga.
Program ini merupakan bagian dari Gerakan Pangan Murah Serentak yang diinisiasi oleh Badan Pangan Nasional bersama TVRI. Pelaksanaannya dilakukan secara bersamaan di TVRI pusat yang berada di Senayan, Jakarta, serta di 31 stasiun TVRI daerah di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu menjaga stabilitas harga bahan pangan sekaligus memastikan ketersediaan pasokan menjelang Lebaran.
Acara pembukaan kegiatan di Bengkulu dilakukan oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar. Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu Arif Gunadi serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bengkulu Nelly Alesa.
Dalam sambutannya, Khairil Anwar memberikan apresiasi atas inisiatif TVRI Bengkulu yang turut berperan aktif membantu masyarakat melalui penyelenggaraan pasar murah. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi menjelang hari besar keagamaan ketika kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat dan berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok.
Ia menjelaskan, kehadiran program pangan murah menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan semangat program pembangunan daerah yang mengedepankan keberpihakan kepada masyarakat.
“Program seperti ini sangat membantu masyarakat, khususnya dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok menjelang Idulfitri. Pemerintah daerah sangat mendukung berbagai upaya kolaboratif yang bertujuan meringankan beban warga,” ujar Khairil.
Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga penyiaran, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mengatasi potensi lonjakan harga pangan menjelang hari raya.
Sementara itu, Kepala TVRI Bengkulu Fonda Rafael menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen lembaga penyiaran publik untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, TVRI tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa TVRI bukan hanya media penyiaran, tetapi juga bagian dari masyarakat. Kami berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah dapat memberikan manfaat langsung bagi warga Bengkulu,” kata Fonda.
Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah ini, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Beberapa komoditas yang tersedia antara lain beras SPHP kemasan lima kilogram dengan harga Rp58.000, minyak goreng Rp15.500 per liter, gula pasir Rp17.500 per kilogram, telur ayam ras satu rak Rp52.000, serta ayam potong Rp38.000 per kilogram.
Selain itu, masyarakat juga dapat membeli bawang merah dengan harga Rp36.000 per kilogram dan bawang putih Rp34.000 per kilogram. Harga yang relatif lebih murah ini menjadi daya tarik utama bagi warga untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga.
Sejak pagi hari, masyarakat sudah mulai memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau. Banyak warga yang datang bersama keluarga sambil membawa tas belanja untuk membeli berbagai kebutuhan dapur.
Salah seorang warga Belakang Pondok, Mita, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia mengatakan harga bahan pangan yang dijual di pasar murah tersebut lebih rendah dibandingkan harga di pasar tradisional.
“Biasanya saya beli ayam di pasar bisa sampai lebih dari Rp40 ribu per kilogram. Di sini hanya Rp38 ribu, tentu sangat membantu kami yang sedang menyiapkan kebutuhan menjelang Lebaran,” ujarnya.
Melalui Gerakan Pangan Murah ini diharapkan masyarakat Bengkulu dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi contoh nyata sinergi antara media, pemerintah, dan berbagai pihak dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
Pewarta: Amg
Editing: Adi Saputra