TEROPONGPUBLIK.CO.ID >><< Lebih dari 8000 peserta memeriahkan karnaval spektakuler dalam rangka peringatan Hari Pahlawan ke-78 di Kota Curup. Acara ini dibuka oleh Bupati Rejang Lebong, Drs. H. Syamsul Effendi, MM, yang didampingi unsur Forkopimda dan istri. Karnaval ini menjadi peristiwa bersejarah karena merupakan karnaval pejuang pertama yang diselenggarakan di Kota Curup.
Sebelum bendera start dikibarkan, Bupati Syamsul Effendi beserta unsur Forkopimda menikmati atraksi musik dhol yang memukau dari Batalyon Gatra Adi Pradana SPN Polda Bengkulu. Kolaborasi antara dhol dan musik tradisi nusantara, ditambah dengan Tari Perang Enggano, berhasil menyita perhatian penonton.
"Hari ini kita melaksanakan pawai pejuang sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan. Karnaval ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar SD hingga SMA/SMK, TNI, Brimob, organisasi masyarakat, dan kepemudaan. Semua ini diharapkan dapat meningkatkan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme serta menghormati para pahlawan yang berjuang memperoleh kemerdekaan," ungkap Bupati.
Karnaval pejuang ini menjadi momen penting untuk mengenang pertempuran di Taba Renah, di mana banyak para pejuang gugur. Setelah karnaval, rangkaian peringatan Hari Pahlawan juga melibatkan upacara di lokasi pertempuran dan ziarah di taman makam pahlawan.
Kadis Dikbud Rejang Lebong, Rezza Pahlevie, SH, selaku ketua panitia pelaksana karnaval, melaporkan bahwa lebih dari 8000 peserta turut serta dalam karnaval ini. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga TNI, Brimob, organisasi masyarakat, dan pemuda.
"Karnaval pendidikan ini diikuti dengan semangat tinggi. Kami berharap karnaval pejuang ini dapat menanamkan semangat patriotisme pada generasi penerus, sesuai dengan pesan Bapak Proklamator, Ir. Soekarno, 'Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya,'" ujar Rezza.
Peserta karnaval tampil sangat kreatif, dengan berbagai kostum dan atraksi unik. Beberapa kelompok, seperti Kodim 0409 Rejang Lebong, menghadirkan tokoh-tokoh sejarah seperti Jenderal Soedirman, menciptakan suasana yang mengembalikan imajinasi penonton ke masa awal kemerdekaan tahun 1945.
Karnaval pejuang ini tidak hanya sekadar hiburan, melainkan juga momentum untuk memperkuat rasa kebangsaan dan menghormati jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Semangat patriotisme yang terpancar dari karnaval ini diharapkan dapat terus tumbuh dalam hati setiap warga negara.
Pewarta : Gunawan
Editing : Adi Saputra