TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Penggunaan Dana Desa tahun 2024 di sejumlah desa di Kecamatan Lebong tengah, Provinsi Bengkulu, menuai tanda tanya besar. Anggaran yang digelontorkan dengan nilai signifikan ini seharusnya membawa manfaat nyata bagi masyarakat, namun sejauh mana efektivitasnya? Beberapa kegiatan yang telah direalisasikan justru mengundang sorotan terkait transparansi dan relevansi pengalokasiannya.
Salah satu sumber yang enggan di sebut namanya, Katakan, Berikut rincian realisasi anggaran yang menjadi perhatian:
Desa Danau Liang
Pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana pemasaran produk: Rp 203.884.000
Pembangunan/Peningkatan Embung Desa: Rp 53.000.000
Penguatan Ketahanan Pangan (Lumbung Desa, dll.): Rp 51.962.000
Desa Semelako I
Pembangunan/Rehabilitasi Sarana Energi Alternatif: Rp 105.000.000
Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi, Kandang, dll.): Rp 90.286.200
Pembuatan/Pemutakhiran Peta Wilayah dan Sosial Desa: Rp 29.375.000
Desa Semelako II
Sarana pemasaran produk: Rp 233.700.000
Operasional Pemerintah Desa: Rp 23.000.000
Desa Semelako III
Pemutakhiran Profil Desa: Rp 35.000.000
Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi, Penggilingan Padi/Jagung, dll.): Rp 92.337.000
Pelatihan/Penyuluhan Hukum dan Perlindungan Masyarakat: Rp 15.400.000
Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa: Rp 8.000.000
Pelatihan Manajemen Koperasi/KUD/UMKM: Rp 26.000.000
Peningkatan Kapasitas BPD: Rp 7.000.000
Penyuluhan Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Rp 35.000.000
Penyuluhan dan Pelatihan Kesehatan: Rp 15.000.000
Lanjutnya, Besarnya anggaran yang digelontorkan seharusnya memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Namun, publik mempertanyakan sejauh mana manfaatnya bisa dirasakan langsung. Beberapa warga menilai bahwa sejumlah program terkesan tidak jelas implementasinya, bahkan ada yang meragukan apakah realisasi dana tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah desa maupun pemerintah daerah. Sorotan tajam dari masyarakat menuntut adanya audit independen dan pengawasan ketat agar anggaran tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi benar-benar direalisasikan untuk kepentingan warga secara transparan dan bertanggung jawab.
Apakah anggaran besar ini benar-benar digunakan untuk pembangunan desa, atau justru menguap entah ke mana? Masyarakat menunggu jawaban tegas dari pihak berwenang tegas sumber kepada Teropongpublik.co.id
Pewarta : Harlis Sang Putra
Editing : Adi Saputra