Skip to main content

Misteri Dana Desa di Kecamatan Lebong Tengah: Transparan atau Sarat Kejanggalan?

Misteri Dana Desa di Kecamatan Lebong Tengah: Transparan atau Sarat Kejanggalan?Kamis(27/2)(Harlis Sang Putra - teropongpublik.co.id)

TEROPONGPUBLIK.CO.ID   <<<>>>   Penggunaan Dana Desa tahun 2024 di sejumlah desa di Kecamatan Lebong tengah, Provinsi Bengkulu, menuai tanda tanya besar. Anggaran yang digelontorkan dengan nilai signifikan ini seharusnya membawa manfaat nyata bagi masyarakat, namun sejauh mana efektivitasnya? Beberapa kegiatan yang telah direalisasikan justru mengundang sorotan terkait transparansi dan relevansi pengalokasiannya.

Salah satu sumber yang enggan di sebut namanya, Katakan, Berikut rincian realisasi anggaran yang menjadi perhatian:

Desa Danau Liang

Pengadaan dan pemeliharaan sarana prasarana pemasaran produk: Rp 203.884.000

Pembangunan/Peningkatan Embung Desa: Rp 53.000.000

Penguatan Ketahanan Pangan (Lumbung Desa, dll.): Rp 51.962.000

Desa Semelako I

Pembangunan/Rehabilitasi Sarana Energi Alternatif: Rp 105.000.000

Peningkatan Produksi Peternakan (Alat Produksi, Kandang, dll.): Rp 90.286.200

Pembuatan/Pemutakhiran Peta Wilayah dan Sosial Desa: Rp 29.375.000

Desa Semelako II

Sarana pemasaran produk: Rp 233.700.000

Operasional Pemerintah Desa: Rp 23.000.000

Desa Semelako III

Pemutakhiran Profil Desa: Rp 35.000.000

Peningkatan Produksi Tanaman Pangan (Alat Produksi, Penggilingan Padi/Jagung, dll.): Rp 92.337.000

Pelatihan/Penyuluhan Hukum dan Perlindungan Masyarakat: Rp 15.400.000

Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa: Rp 8.000.000

Pelatihan Manajemen Koperasi/KUD/UMKM: Rp 26.000.000

Peningkatan Kapasitas BPD: Rp 7.000.000

Penyuluhan Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Rp 35.000.000

Penyuluhan dan Pelatihan Kesehatan: Rp 15.000.000

Lanjutnya, Besarnya anggaran yang digelontorkan seharusnya memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat. Namun, publik mempertanyakan sejauh mana manfaatnya bisa dirasakan langsung. Beberapa warga menilai bahwa sejumlah program terkesan tidak jelas implementasinya, bahkan ada yang meragukan apakah realisasi dana tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemerintah desa maupun pemerintah daerah. Sorotan tajam dari masyarakat menuntut adanya audit independen dan pengawasan ketat agar anggaran tidak hanya menjadi angka di atas kertas, tetapi benar-benar direalisasikan untuk kepentingan warga secara transparan dan bertanggung jawab.

Apakah anggaran besar ini benar-benar digunakan untuk pembangunan desa, atau justru menguap entah ke mana? Masyarakat menunggu jawaban tegas dari pihak berwenang tegas sumber kepada Teropongpublik.co.id

Pewarta : Harlis Sang Putra 

Editing : Adi Saputra