TEROPONGPUBLIK.CO.ID <<<>>> Pemerintah Kota Bengkulu mengikuti rapat koordinasi tingkat nasional yang membahas pemanfaatan lahan aset pemerintah daerah untuk mendukung pembangunan fasilitas koperasi desa. Kegiatan tersebut diikuti secara virtual melalui Zoom Meeting oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, bersama Komandan Kodim 0407 Kota Bengkulu Kolonel Inf Condro Edi Wibowo, Selasa (10/3/2026).
Rapat koordinasi ini digelar secara serentak untuk pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dengan tujuan menyamakan persepsi terkait mekanisme pemanfaatan aset pemerintah. Kegiatan tersebut berlangsung di Monitoring Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bengkulu.
Dalam kegiatan itu, Pj Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah hadir bersama sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Seksi Teritorial (Kasi Ter) Kodim 0407 Kota Bengkulu Letkol Inf M. Eko Prasetyo. Mereka mengikuti pemaparan terkait strategi optimalisasi pemanfaatan lahan milik pemerintah untuk mendukung pembangunan fasilitas ekonomi masyarakat.
Rapat koordinasi tersebut membahas secara khusus mekanisme penggunaan dan pemanfaatan aset desa, Barang Milik Daerah (BMD) milik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, serta Barang Milik Negara (BMN). Seluruh aset tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai lahan pembangunan gedung negara, khususnya fasilitas pendukung koperasi desa.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan koperasi desa yang terintegrasi dengan fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan dan gerai distribusi. Melalui pemanfaatan aset pemerintah yang tersedia, pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
Dalam rapat koordinasi tersebut dijelaskan bahwa pemerintah kabupaten dan kota diminta untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan rencana pembangunan fasilitas koperasi desa. Penyelarasan ini meliputi pengintegrasian program, kegiatan, serta subkegiatan dalam dokumen perencanaan daerah yang mendukung pembangunan fisik koperasi.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta menyiapkan lahan yang berasal dari barang milik daerah yang siap dibangun. Lahan yang disiapkan minimal memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi agar dapat menampung pembangunan gudang, gerai, serta fasilitas pendukung koperasi lainnya.
Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ekonomi di tingkat desa sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Dengan adanya fasilitas gudang dan gerai, koperasi desa diharapkan mampu meningkatkan kapasitas distribusi dan pemasaran produk lokal.
Pemerintah daerah juga didorong untuk mempercepat proses perizinan terkait pemanfaatan lahan tersebut. Proses administratif yang cepat dan efisien menjadi salah satu faktor penting agar pembangunan fasilitas koperasi desa dapat segera direalisasikan.
Selain mempercepat perizinan, pemerintah daerah juga diminta memberikan pendampingan kepada pihak-pihak terkait dalam proses pembangunan dan pengelolaan fasilitas koperasi. Pendampingan ini mencakup koordinasi antarinstansi, dukungan teknis, serta pengawasan agar program berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga diwajibkan menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan program secara berkala kepada pemerintah pusat. Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memastikan bahwa pemanfaatan aset pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pj Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah menyatakan bahwa Pemerintah Kota Bengkulu siap mendukung program nasional tersebut dengan memaksimalkan pemanfaatan aset daerah yang tersedia. Menurutnya, langkah ini merupakan peluang strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan koperasi desa.
Melalui koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan pembangunan fasilitas koperasi desa dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pemanfaatan aset daerah yang lebih optimal, program pembangunan ekonomi berbasis koperasi diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak perekonomian daerah, termasuk di Kota Bengkulu.
Pewarta : Agus Faisal
Editing : Adi Saputra